Home / DAERAH / Lampung Selatan

Jumat, 11 Juli 2025 - 19:59 WIB

Gercep !! Pemerintah Pusat Turun Langsung, Ketahanan Pangan dan Desa jadi Perioritas Utama di Lampung Selatan

LAMSEL: jarilampung.com– – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, dan Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, pada Kamis, 10 Juli 2025.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Prof. Dr. Rernard Abdul Haris, M.Sc, yang disambut oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, unsur Forkopimda serta pejabat daerah lainnya.

Dalam kesempatan itu, seluruh pihak menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong pemberdayaan ekonomi desa. Acara ini juga menjadi ajang untuk menyerahkan bantuan alat pertanian serta uji coba alsintan di lahan petani.

Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian pemerintah pusat. Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Radityo Egi Pratama yang sedang mendampingi Gubernur Lampung dalam agenda bersama KPK di Jakarta.

“Ini momen istimewa. Kehadiran pemerintah pusat adalah bentuk nyata komitmen memperkuat sistem ketahanan pangan nasional melalui penguatan peran desa,” ujar Wabup Syaiful saat memberikan sambutan.

Baca Juga :  Dandim Faisol Izuddin Karimi Ikut Dampingi Wapres RI Melaksanakan Olah Raga di Kompi B Yonif 143/Twej

Wabup Syaiful juga memaparkan kondisi infrastruktur di Kecamatan Palas yang masih memprihatinkan, dengan 70 persen jalan mengalami kerusakan berat. Ia berharap adanya intervensi dari pemerintah pusat.

Selain itu, ia membeberkan potensi besar sektor pertanian Lampung Selatan, yang memiliki lebih dari 38 ribu hektare lahan sawah dan 128 ribu hektare lahan kering. Lampung Selatan bahkan mencatatkan capaian produksi strategis di Provinsi Lampung, seperti:

Padi: 335.112 ton (peringkat ke-4)

Jagung: 824.197 ton (peringkat ke-2)

Bawang merah: 4.000 kuintal (peringkat ke-2)

Pisang: 5,7 juta kuintal (peringkat ke-1)

Kelapa dalam: 20.340 ton (peringkat ke-1)

Kelapa sawit: 9.918 ton (peringkat ke-6)

Namun, tantangan masih mengintai, seperti keterbatasan alsintan, minimnya tenaga kerja, dan ancaman bencana alam yang memengaruhi produktivitas.

“Terima kasih atas bantuan combine harvester dari Kementerian Pertanian. Ini sangat membantu petani dalam menekan biaya dan meningkatkan efisiensi,” tambah Syaiful.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyoroti fakta bahwa desa yang menjadi penghasil utama komoditas pertanian justru masih menjadi kantong kemiskinan. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa.

Baca Juga :  Kemenag RI Melaksanakan Upacara Bendera Peringatan HAB ke- 77

“Program Desaku Maju hadir untuk menjawab kesenjangan ini,” ujarnya.

Program tersebut akan memfasilitasi desa dengan alsintan, dryer, pelatihan teknisi pertanian, digitalisasi UMKM, hingga penguatan BUMDes. Ia menekankan pentingnya memberi nilai tambah pada hasil pertanian.

“Kalau 3 juta ton gabah hanya dijual kering, nilainya Rp20 triliun. Tapi kalau diolah jadi beras premium, nilainya bisa mencapai Rp50 triliun,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Rernard Abdul Haris menegaskan bahwa paradigma pembangunan harus bergeser dari bantuan menjadi pemberdayaan yang berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan bahwa Inpres No. 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan Ekstrem menjadi prioritas nasional.

“Paradigma harus diubah. Yang utama bukan sekadar bantuan, tapi pemberdayaan,” tegasnya.

Dalam kunjungan itu, ia juga mengumumkan rencana Sekolah Rakyat berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin di desa sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan.

Acara ditutup dengan penyerahan simbolis combine harvester dari Kementerian Pertanian dan uji coba alsintan di lahan pertanian. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat disebut sebagai kunci menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan petani. ( S)

Berita ini 15 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Cuaca Cerah, Koramil 04/Jebres Bersama Masyarakat Kebut Pembuatan Saluran Air Dalam Karya Bakti Daerah

DAERAH

Kajari Tulang Bawang Berinovasi Luncurkan Program Anting

DAERAH

Tulus Ikhlas, Dandim 0735/Surakarta Berikan Bantuan Sembako Kepada Petugas Kebersihan Lingkungan

DAERAH

Bupati Lambar Bersama Wakilnya Menggelar Jalan Sehat di Kecamatan Sukau

Bandar Lampung

Musim Hujan, Danramil TBS Imbau Personel Babinsa Intens Monitoring Wilayah

DAERAH

Kemendagri, DPR-RI, Kemenkeu Turun Langsung ke Jembrana Dorong Percepatan Realisasi APBD dan Penanganan Inflasi

DAERAH

“MASYARAKAT KAB. KOBAR BERSATU UNTUK MENANGKAN ABDUL RAZAK DAN SRI SUWANTO”

DAERAH

Olah TKP Kecelakaan di Jalintim, AKP Suhardo: Satu Orang MD