Home / DAERAH / Jakarta

Kamis, 24 Maret 2022 - 19:24 WIB

Kajati DKI, Sahabat Pers Indonesia

Jarilampung.com-Jakarta:

Pria bertubuh atletis ini punya kedekatan khusus dengan wartawan. Dia berpikir positif, dan berkeyakinan bahwa bergaul dengan pers, banyak manfaatnya untuk kehidupan pers, khususnya dalam pemberitaan.

“Setidaknya kalau membantu memberi informasi wartawan, wartawan tidak mencari kemana-mana. Kalau mencari kemana-mana ketemu sumber yang kurang pas, pesan yang disampaikan dalam berita menjadi tidak jelas,” kata Reda Manthovani pemilik tubuh langsing tersebut ketika berbicara di atas podium saat menerima penghargaan Sahabat Pers Indonesia dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Selasa, 23 Maret 2022 di Hotel Jayakarta, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta.

Dia adalah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta yang memulai karirnya dari belajar hukum di Fakultas Hukum Universitas Pancasila (1988-1992).

Reda Manthovani kemudian melanjutkan jenjang lebih tinggi, strata dua di Perancis, yakni di Faculté de Droit de l’UniversitédAix, Marseille III France, (2001-2002). Gelarnyq menjadi SH, LL.M.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran dan Penularan Covid 19, Babinsa Sertu Septianto dan Linmas Imbau Warga Patuhi Prokes

Setelah menerima piagam penghargaan Sahabat Pers Indonesia dari Ketua Umum SMSI Firdaus, ia dipersilakan naik panggung.

Lalu ia berbicara dengan suara kalem di depan hadirin dan pengurus SMSI antara lain Aat Surya Safaat, Lesman Bangun, Ervik Ary Susanto, Bernadus Wilson Lumi, M. Nasir, Dar Edi Yoga, Zulnadi, dan Gugus Suryaman.

Di deretan meja paling depan, dekat panggung, juga hadir Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Iroth Sonny Edhie, Drs. KH. M. Ma’shum Hidayatullah, MM kiai terkenal di kalangan TNI, Mayjen TNI (Purn) Joko Warasito, Mayjen TNI (Purn) Wuryanto, Brigjen Yudha, dan Pegasus Kepala Staf TNI Angkatan Darat Asep, dan pendiri Bukit Algoritma Budiman Sudjatmiko.

Reda kemudian menyampaikan pengalamannya yang berhubungan dengan pers. Ia tahu kehidupan pers karena katika kuliah dia menjadi pemimpin redaksi pers kampus.

Baca Juga :  Lepas 6 Calon Paskibraka Tingkat Provinsi dan Nasional Parosil Mabsus Janjikan Reward

“Saya tahu suka duka wartawan mencari berita,” tutur pria kelahiran Jakarta, 20 Juni 1969 itu.

Dulu ketika ia pulang dari Jakarta di Serang, ia sering melihat gedung Persatun Wartawan Indonesia (PWI) yang kelihatan suram. “Saya ingin mampir,” kata mantan Kajati Banten itu.

Dia akhirnya mampir ke PWI Banten itu, walaupun beberapa wartawan berniat berkunjung ke kantor Reda.
“Kami minta kami saja yang datang ke kantor PWI untuk berkenalan dengan wartawan-wartawan,” kata Reda.

“Banyak manfaatnya, selain bisa membantu informasi wartawan supaya beritanya berimbang, juga ada manfaat lain yang tidak langsung. Ada untungnya saya bisa jadi Kajati DKI Jakarta sekarang,” tambahnya yang disambut ketawa “gerr” dari hadirin.(*)

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Saling Memaafkan, Kasus Kekerasan Guru dan Murid di Tubaba Berakhir Damai

Bandar Lampung

Koramil 410-05/TBU Gelar Serbuan Vaksinasi Covid 19 Untuk SMKN 6 Bandar Lampung

Bandar Lampung

Sekdaprov Marindo Kurniawan Lepas Kontingen PWI Lampung Hadiri HPN 2026 di Banten

Bandar Lampung

Tindak Lanjuti Interuksi Presiden RI, Kodim 0410/KBL Targetkan 1.000 Dosis Vaksin Booster Untuk Masyarakat

DAERAH

Kunjungan Kerja DPRD Banyuasin di Kab Tubaba

DAERAH

BPBD Kab Tubaba Telah Realisasikan Program Kerjanya Tahun 2021

DAERAH

Pemasangan Tiang Jaringan XL di Tubaba Tuai Kritikan Masyarakat

DAERAH

Wujud Kepedulian, Batuud Koramil 01/Laweyan Bersama Anggota Persit Jenguk Anggota Yang Sakit