Bandar Lampung: jarilampung.com– –
Semangat gotong royong dan kepedulian TNI terhadap rakyat kembali terlihat nyata dalam percepatan pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI di Kampung Pancasila, Kelurahan Sukarame 2, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kabupaten Bandar Lampung. Di hari ke-10 pelaksanaan (H+10), kegiatan yang memasuki progres 5% ini semakin menunjukkan kolaborasi solid antara aparat kewilayahan, teknisi, dan masyarakat.
Yang menjadi sorotan utama adalah peran aktif Babinsa setempat beserta tokoh masyarakat Novriadi yang tak hanya mengawasi, tetapi juga turun langsung membaur dengan warga dalam setiap tahapan pembangunan jembatan beton sepanjang 23 meter dan lebar 2 meter di atas Sungai Way Betung.
“Keterlibatan Babinsa dan Pak Novriadi menjadi energi tersendiri bagi warga. Mereka bukan sekadar pengawas, tapi ujung tombak motivasi di lapangan,” ujar salah satu teknisi yang turut terlibat.
Hingga sore ini, cuaca cerah dari pagi hingga sore turut memperlancar aktivitas penyiapan lokasi dan pekerjaan awal konstruksi. Sebanyak 6 personel TNI (Kodim) , 1 orang teknisi, dan 6 warga bahu-membahu mengerjakan fondasi awal jembatan yang sangat dinantikan oleh 150 Kepala Keluarga (sekitar 360 jiwa) sebagai jalur penghubung antara Kelurahan Sukarame 2 dan Kelurahan Batu Putuk.
Novriadi yang akrab disapa warga setempat, dalam sela-sela kesibukannya menyampaikan, “Jembatan ini bukan sekadar beton dan besi. Ini adalah urat nadi kehidupan kami. Berkat pendampingan penuh dari Babinsa dan semangat kebersamaan, kami optimis jembatan ini akan selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi semua.”
Situasi di lokasi pembangunan dilaporkan aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat sekitar tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti. Progres pembangunan tahap V dan VI direncanakan terus berlanjut setiap hari dengan target percepatan yang terukur.
Komandan Kodim 0410/KBL melalui jajaran Danrem 043/Gatam yang menerima laporan harian ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel, khususnya Babinsa dan Novriadi yang telah menjadi motor penggerak partisipasi rakyat. “Inilah wujud nyata TNI hadir untuk rakyat, bukan hanya dalam latihan perang, tetapi dalam membangun peradaban desa,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menciptakan infrastruktur strategis yang menyentuh langsung kebutuhan warga.(*)







