Home / Bandar Lampung / DAERAH

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Kecerdasan Bukan dari Sekolah

Penulis: Pendiri LSM JERAT, Sandi Chandra Pratama, S.Psi
Lampung

Jarilampung.com–
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo saat menghadiri acara peluncuran buku Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta pada 7 Agustus 2026. Maksud utama dari pernyataan ini bukan berarti sekolah itu tidak penting, melainkan latar belakang sekolah formal yang terkenal tidak menjamin tingkat kecerdasan, karakter, atau kesuksesan seseorang.

Presiden Prabowo menjadikan Bahlil sebagai contoh. Menurutnya, Bahlil tidak lulus dari kampus yang populer, bahkan berguyon bahwa kampusnya sudah tidak ada saat dicari di Google, tetapi ia terbukti cerdas dan berhasil menjadi menteri.

Kecerdasan dan karakter dinilai lebih banyak dibentuk oleh didikan, doa, serta pengorbanan orang tua, khususnya peran seorang ibu. Pengalaman hidup, mental petarung, dan kemampuan melewati berbagai hambatan ekonomi atau rintangan hidup jauh lebih penting dalam membentuk kualitas seorang pemimpin.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 410-03/TBU Komsos Bersama Pedagang Ikan di Wilayah Binaan

Pernyataan ini memicu diskusi hangat di media sosial. Sebagian masyarakat setuju bahwa sekolah hanyalah fasilitator penunjang potensi bawaan. Di sisi lain, beberapa pihak mengingatkan agar narasi ini tidak disalahartikan sebagai “romantisasi tidak sekolah”, karena pendidikan formal tetap krusial dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan memberantas buta huruf secara massal.

Dalam psikologi, sekolah atau institusi pendidikan formal pada dasarnya berfungsi sebagai tempat mentransfer pengetahuan (knowledge) dan melatih keterampilan spesifik, bukan sumber utama dari kapasitas kecerdasan bawaan seseorang.

Pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut kecerdasan diturunkan dari orang tua (khususnya ibu) sejalan dengan studi psikologi perkembangan dan neurosains. Penelitian psikologi perilaku menunjukkan bahwa heritabilitas (faktor genetik) menyumbang sekitar 50% hingga 80% terhadap variasi IQ manusia.

Baca Juga :  Polsek Menggala Gelar KRYD, Berikut Lokasi dan Hasilnya

Dari kacamata psikologi, pernyataan Presiden Prabowo tidak salah jika konteksnya adalah sekolah bukan satu-satunya penentu tunggal atau pencipta kecerdasan.

Sekolah bertindak sebagai fasilitator dan akselerator untuk mengasah potensi kognitif yang sudah ada. Namun, modal dasar kecerdasan itu sendiri dibentuk oleh cetak biru genetik, kehangatan asuhan keluarga, serta ketangguhan mental individu dalam merespons ujian kehidupan nyata.

Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa kecerdasan dan kualitas individu lebih banyak dipengaruhi oleh didikan orang tua, faktor genetik (DNA), serta tempaan kesulitan hidup (pengalaman langsung). (*/JERAT)

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Bawa Narkotika di Tugu Selamat Datang, Seorang Petani Ditangkap Polsek Penawartama

Bandar Lampung

Wujud Kepedulian Babinsa Serka Fikri Jenguk Warga Yang Sedang Sakit

DAERAH

Wakil Ketua TP-PKK Lampura Menghadiri Pengajian di Kec Sungkai Tengah

DAERAH

Kepala Tiyuh Penumangan Melakukan Perbaikan Ruas Jalan Nyaris Putus

DAERAH

Kapten Inf Sunardi Pantau Langsung Vaksinasi Di Ngadirojo Kidul

DAERAH

Sat Binmas Polres Tubaba Ingatkan Pedagang Waspada Berita Hoax

DAERAH

Sembari Komsos Ke Warga Binaan, Serma Teguh Berikan Himbauan Prokes

Bandar Lampung

Dukung Percepatan Vaksinasi, Koramil 410-06/KDT Laksanakan Serbuan Vaksinasi di Wilayah Binaan