Home / DAERAH / Lampung Selatan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Usai Merah Putih Diturunkan, Warna Budaya Nusantara Menghiasi Menara Siger

LAMSEL: jarilampung.com— Merah Putih perlahan diturunkan dari tiang bendera. Namun, suasana kebangsaan belum berakhir.

Di Amphitheater Menara Siger, Bakauheni, warna-warni budaya Nusantara justru mengambil tempat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Lampung Selatan, Senin (17/8/2026).

Prosesi penurunan Sang Merah Putih di kawasan Menara Siger dipimpin Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar yang bertindak sebagai inspektur upacara diikuti jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta para tamu undangan.

Usai upacara, rangkaian peringatan kemerdekaan berlanjut dalam suasana yang lebih hangat melalui berbagai kegiatan yang mengangkat semangat kebersamaan dan keberagaman budaya.

Salah satunya melalui lomba busana adat yang menghadirkan beragam pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta tampil dengan busana adat yang memiliki karakter, warna, dan identitas berbeda, membawa kekayaan budaya Nusantara ke tengah perayaan kemerdekaan di bawah Menara Siger.

Di balik setiap busana yang dikenakan, tersimpan cerita tentang identitas, sejarah, dan warisan budaya yang terus dijaga dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Karena itu, lomba busana adat tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan perayaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wajah Indonesia.

Sebanyak sembilan pemenang mendapatkan apresiasi dengan total hadiah Rp7,5 juta. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kreativitas peserta dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya merawat keberagaman.

Baca Juga :  Bersama Masyarakat, Koramil 04/Jebres Gotong Royong Karya Bhakti Rehab Rumah Warga

Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar mengatakan, keberagaman suku dan budaya yang hidup di Kabupaten Lampung Selatan merupakan kekuatan daerah yang harus terus dijaga dan dirawat bersama.

“Lampung Selatan ini adalah miniaturnya Indonesia. Karena di sini banyak sekali suku, banyak sekali budaya, dan kita sebagai kabupaten yang inklusif, tentu sangat menghormati perbedaan,” ujar Syaiful.

Pesan tersebut terasa nyata melalui kehadiran para peserta yang mengenakan busana adat dari berbagai daerah. Perbedaan warna, bentuk, dan karakter pakaian justru berpadu dalam satu ruang, menjadi gambaran kecil tentang Indonesia yang beragam tetapi tetap berada dalam satu ikatan kebangsaan.

Bagi masyarakat yang hadir, perayaan kemerdekaan pun tidak berhenti pada prosesi pengibaran maupun penurunan bendera. Setelah Merah Putih dikibarkan dengan penuh khidmat, masyarakat mendapat ruang untuk menikmati kebersamaan sekaligus menyaksikan kekayaan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

Pemilihan Menara Siger sebagai lokasi perayaan semakin memperkuat pesan tersebut. Ikon Lampung Selatan yang menghadap Selat Sunda itu menjadi ruang pertemuan antara semangat kebangsaan, identitas daerah, dan keberagaman budaya masyarakat.

Dari Merah Putih yang berkibar hingga warna-warni busana adat yang hadir setelahnya, perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Menara Siger memperlihatkan bahwa kemerdekaan tidak hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang menjaga kekayaan yang dimiliki Indonesia hari ini.

Baca Juga :  Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOKB, DPP KAMPUD Apresiasi Kejari Tanggamus

Keberagaman itu hadir dalam bentuk yang sederhana: melalui busana, budaya, dan orang-orang yang berdiri bersama dalam satu perayaan. Perbedaan tidak menjadi sekat, melainkan warna yang memperkaya wajah Indonesia.
*Daftar Pemenang Lomba Busana Adat*

Berikut para pemenang lomba busana adat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kabupaten Lampung Selatan:

Juara I: Neneng Evi Firnandi – Baju Adat Sumatera Barat
Juara II: Rini Aniasih – Baju Adat Bangka Belitung
Juara III: Adriani Puji Sukanto – Baju Adat Kalimantan Timur
Harapan I: Istri Hendry Kurniawan – Baju Adat Mighul Lampung
Harapan II: Istri Nyoman Setiawan – Baju Adat Papua
Harapan III: Istri Afiah Efendi – Baju Adat NTT
Harapan IV: Eka Riantinawati – Baju Adat Sulawesi Selatan
Harapan V: Rizky Alpina – Baju Adat Banten/Badui
Best Dress Couple: Bapak dan Ibu Supriyanto – Baju Adat Sumatera Barat

Di bawah Menara Siger, Merah Putih akhirnya tidak hanya menjadi simbol kemerdekaan. Ia menjadi payung bagi keberagaman yang terus dirawat, dari satu generasi ke generasi berikutnya, sebagai bagian dari kekuatan Lampung Selatan dan Indonesia. (*)

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Polres Tubaba Gelar Sosialisasi Hukum UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Pembahasan Upaya Hukum Praperadilan

DAERAH

Satresnarkoba Polres Tubaba Amankan Seorang Pria Paruh Baya,Terkait Penyalahgunaan Narkotika

DAERAH

Polres Kab Tuba Gelar Upacara Sertijab Kasat Reskrim Dan Kapolsek Banjar Agung

Bandar Lampung

Setwil dan Korwil FPII Lampung Serentak Berbagi Sembako

DAERAH

Jadi Narasumber, Dandim 0410/KBL Beri Materi Wasbang dan Bela Negara Kepada 751 Mahasiswa Itera

DAERAH

Resmi Nahkodai KONI, Irfan Fadillah Targetkan Porprov 2026 Lambar Peringkat Lima: Bupati Parosil Ukir Prestasi, Gerakkan Pengca.

DAERAH

Kepala Tiyuh Terang Makmur Salurkan BLT-DD Tahun Anggaran 2023 Kepada 27 KPM

DAERAH

Parosil Mabsus Ajak Warga Dukung dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis