Home / DAERAH / Lampung Barat

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:34 WIB

Parosil Mabsus Canangkan Modernisasi Pertanian di Sawah Lega: Petani Adalah Penjaga NKRI

Lambar: jarilampung.com– Hamparan padi yang menguning di Sawah Lega, Kecamatan Kebun Tebu, menjadi saksi sejarah langkah baru pertanian Lampung Barat.

Dalam suasana panen raya, Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus secara resmi mencanangkan program “Modernisasi Pertanian” yang digagas Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Pesagi Mandiri Perseroda.

Di hadapan ratusan peserta yang hadir, mulai dari Kepala BPMP Kementerian Pertanian RI Perwakilan Lampung, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, akademisi dari Unila dan Polinela, hingga para petani setempat, Parosil menyampaikan apresiasinya terhadap lompatan besar sektor pertanian di wilayah dataran tinggi tersebut.

“Para petani adalah penjaga NKRI. Kita tidak akan bisa berdiri kuat dan cerdas sekolah kalau tidak karena hasil kerja keras mereka,” ujar Parosil penuh semangat.

Baca Juga :  Babinsa Nguneng Dampingi Pelaksanaan Vaksinasi Di Desa Binaan

Kecamatan Kebun Tebu, dengan luas sawah 932,5 hektare, tercatat sebagai sentra pertanian keempat terbesar di Lampung Barat.

Produktivitas gabah kering panen (GKP) sebelumnya berada di kisaran 4-5,5 ton per hektare.

Namun, dengan penerapan alat pertanian modern seperti combine harvester, hand tractor, dan transplanter, angka itu melonjak menjadi 6 ton per hektare tahun ini.

“Ini adalah langkah kita memperkenalkan mekanisasi pertanian. Teknologi bukan hanya soal efisiensi, tapi juga untuk membuka cakrawala berpikir kita. Dulu satu tahun hanya bisa panen dua kali, kini dengan modernisasi, bisa sampai tiga kali panen,” jelas Bupati Parosil.

Langkah besar ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah menyiapkan skema kontrak farming atau (kontrak tani) yang akan melibatkan BUMD dan perbankan sebagai penyedia modal dan sarana produksi pertanian (saprodi).

Baca Juga :  Jelang Hari Raya Idul Fitri, Polres Tubaba Bersama Forkopimda Cek Harga dan Ketersediaan Sembako di Pasar

Petani akan didampingi oleh akademisi pertanian dan hasil panen akan diserap langsung oleh BUMD dan Bulog.

Modernisasi ini diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman di Lampung Barat menjadi 250–300 (panen 2–3 kali) dan produktivitas padi hingga 6–7 ton/ha, menghasilkan beras berkualitas premium.

Untuk tahap awal, program ini akan difokuskan pada lahan seluas 200 hektare di kawasan Sawah Lega sebagai percontohan.

Dengan lahan pertanian seluas 9.811,5 hektare dan produksi gabah kering mencapai 58.181 ton/tahun, Lampung Barat bukan hanya daerah perkebunan dan hutan.

Wilayah ini punya potensi besar sebagai lumbung pangan dataran tinggi. Program modernisasi ini menjadi bukti nyata bahwa pertanian adalah masa depan yang layak diperjuangkan dengan semangat gotong royong dan sentuhan teknologi.(A)

Berita ini 26 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Dandim 0735/Surakarta Laksanakan Kunjungan Kerja Ke Koramil 04/Jebres

DAERAH

Pj Gubernur Sumsel Undang Seluruh Bupati/Walikota Serta Forkopimda Bahas Karhutla

Bandar Lampung

Dr. H. Andi Surya Salurkan Beasiswa Kepada Awak Media Melalui FPII Lampung

DAERAH

Terungkap!! Penganiayaan Terhadap Petugas Bank Mekar Saat Menagih Pinjaman Kepada Nasabah di Gedung Meneng

DAERAH

Serka Aswan Berikan Himbuan Prokes di Samsat Keliling Taman Jayawijaya Surakarta

DAERAH

Bentuk Mental Dan Karakter Siswa Sejak Dini, Babinsa Kelurahan Sumber Dilatihkan PBB

DAERAH

Peduli Kesehatan Warga, Babinsa Bersama Tim Vaksinator Sambangi Rumah Warga

DAERAH

Pupuk Jiwa Juang Dan Patriotisme Prajurit, Kodim 0735/Surakarta Gelar Upacara Bendera