Tanggamus: jarilampung.com— Warga Kecamatan Kota Agung Barat dan Semaka, Kabupaten Tanggamus , kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Aksi pencurian sepeda motor yang kian marak membuat masyarakat merasa tidak lagi aman di kampung sendiri.
AZHAR (45), salah seorang warga, Pekon Kandang Besi, Kecamatan Kota Agung Barat, Pemilik Toko Bangunan Di pekon Tersebut mengaata kan, Belum Genap Satu Bulan Aksi Pencurian sepeda motor Terekam kamera pengintai CCTV, yang terpasang di toko milik nya viral di media sosial Facebook,kini kembali terjadi Di depan minimarket pekon negara batin, Kecamatan Kota Agung Barat Tanggal 02 Mei 2026, empat orang pelaku Terekam CCTV minimarket berhasil menggondol motor incaran nya, milik pelanggan minimarket yang sedang berbelanja ujar nya.
“Resah kami bang. Sudah tidak aman di sini. Diduga pelaku pencuri sepeda motor masih berkeliaran,” ujar nya kepada wartawan, Minggu 03 Mei 2026.
Ironisnya, kasus teranyar terjadi di dua minimarker, Wilayah Semaka dan minimarket Kota Agung Barat, Dua kejadian Ranmor Yang viral di media sosial didepan minimarket Kecamatan Semaka dan satu tkp minimarket pekon negara batin,Kecamatan Kota Agung barat, dari rekaman CCTV minimarket, Pelaku yang sama di dua minimarket Kota Agung Barat dan Semaka, motor yang digunakan para pelaku Honda beat warna merah. memakai helm lengkap dengan penutup wajah.
Kasus pencurian di dua minimarket ini menambah daftar panjang aksi Ranmor yang tak terungkap oleh aparat kepolisian Resort Tanggamus, keresahan masyarakat akan lemahnya pengawasan dan penindakan hukum.
AZHAR berharap aparat kepolisian, khususnya Polres Tanggamus di bawah pimpinan Kapolres AKBP AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H, segera turun tangan mengungkap kasus ini.
“Kami hanya ingin kampung kami kembali aman seperti dulu,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepolisian setempat belum dapat memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus ranmor yang resah kan warga, Publik mendesak kepolisian segera mengungkap pelaku agar asumsi liar publik tidak semakin berkembang dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi POLRI? (TOMI)







