Home / DAERAH / Tanggamus

Senin, 29 Juni 2026 - 19:10 WIB

Diduga Palsukan Tanda Tangan Lima Mantan Staf untuk Pencairan Dana JKN dan BOK, Plt Kapus Martanda dan Bendahara Terancam Diproses Hukum

TANGGAMUS: jarilampung.com–
Dugaan praktik pemalsuan tanda tangan kembali mencuat di lingkungan Puskesmas Martanda, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus. Plt Kepala Puskesmas berinisial AG bersama Bendahara BOK berinisial D diduga menggunakan tanda tangan lima mantan staf dalam dokumen usulan pencairan dana jasa pelayanan kesehatan nonkapitasi (JKN) dan BOK periode November 2025 hingga Juni 2026.

Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah mantan pegawai mengaku tidak pernah menandatangani dokumen pencairan dana dimaksud. Ironisnya, nama dan tanda tangan mereka diduga tetap dicantumkan dalam berkas administrasi meski sudah tidak lagi bekerja di Puskesmas Martanda sejak tahun 2025.

Salah seorang mantan staf yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kepada media ini, Senin (29/6/2026), bahwa dirinya bersama empat mantan pegawai lainnya tidak pernah dilibatkan ataupun dimintai persetujuan terkait usulan pencairan jasa kesehatan nonkapitasi.

Baca Juga :  Semringah, 2.513 THLS Lamsel Dapat Tunjangan Keagamaan Jelang IdulFitri 1446 Hijriah

“Kami sama sekali tidak pernah menandatangani usulan pencairan itu. Tiba-tiba ada tanda tangan kami di dalam berkas. Jelas kami kaget. Kalau memang ada tanda tangan kami, berarti ada yang memalsukannya,” tegas sumber.

Sumber juga mengaku telah berhenti bekerja sejak tahun 2025. Namun, namanya diduga masih digunakan dalam dokumen pencairan dana.

Mantan pegawai lain yang juga meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan pengakuan serupa. Ia mengaku tidak pernah menandatangani dokumen pencairan jasa kesehatan, namun mendapati tanda tangannya diduga telah dicatut.

Jika dugaan tersebut benar, tindakan itu tidak hanya berpotensi melanggar etika administrasi pemerintahan, tetapi juga dapat masuk dalam ranah pidana. Pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP diancam pidana penjara paling lama enam tahun. Apabila dalam proses penyidikan ditemukan unsur tindak pidana lain yang berkaitan dengan dokumen elektronik atau penyalahgunaan anggaran negara, penegak hukum dapat menerapkan ketentuan pidana lainnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  PJ.Bupati Lambar Minta Kepala Sekolah SD dan SMP Terus Tingkatkan Pendidikan

Kasus ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran administrasi maupun tindak pidana dalam proses pencairan dana JKN dan BOK tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Plt Kepala Puskesmas Martanda maupun Bendahara BOK yang disebut dalam keterangan para sumber belum memberikan tanggapan. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh klarifikasi sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan dan akan memuat hak jawab yang bersangkutan pada pemberitaan berikutnya. (*)

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Pj Bupati Tubaba Ramah Tamah Sambut Kedatangan Gubernur Lampung

DAERAH

Pemerintah Tiyuh Pagar Dewa Salurkan BLT-DD Ke 27 KPM Tahun 2025

DAERAH

Ayo Kunjungi Destinasi Wisata Terbaru di Tubaba “LEMBAH TURE”

DAERAH

Aksi Damai Tanpa Ricuh, Lampung Selatan Dipuji Mendagri: Contoh Nasional Jaga Stabilitas!

DAERAH

Kapolres Tulang Bawang Barat Membuka Turnamen Volly Ball Kapolres Cup dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-78

DAERAH

Pangdam IV/Diponegoro Serahkan Hasil Renovasi RTLH Kepada Masyarakat Surakarta

DAERAH

Pemkab Lambar Jadikan Lahan Perbukitan Untuk Kawasan Konservasi dan Pelestarian Alam

Bandar Lampung

Kejati Lampung Teruskan Laporan DPP KAMPUD ke KEJARI: Dugaan Tipikor Dana Reses dan Sosperda DPRD Tanggamus 2023