Home / Bengkulu / DAERAH

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:07 WIB

“Bangkitkan Kejayaan Rempah Kaur, Dadang Mishal Dorong Cengkeh, Lada dan Pala Jadi Kekuatan Ekonomi Baru”

KAUR: jarilampung.com—
Ada hal menarik yang muncul di tengah rangkaian pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Media Online Indonesia (MOI) Kabupaten Kaur. Sebuah obrolan santai antara tokoh pembangunan Provinsi Bengkulu sekaligus Pembina MOI Provinsi Bengkulu, Dadang Mishal, dengan Bupati Kaur Gusril Pausi, justru melahirkan gagasan besar untuk menghidupkan kembali kejayaan komoditas rempah di Bumi Sease Sehijean.

Saat berkunjung ke Rumah Dinas Bupati Kaur, Dadang Mishal bersama rombongan MOI mendapat sambutan hangat dari Bupati Gusril Pausi. Dalam suasana santai dan penuh keakraban itu, Dadang menyampaikan sebuah gagasan yang dinilainya memiliki nilai sejarah sekaligus potensi ekonomi besar bagi masyarakat Kaur.

Gagasan tersebut adalah mengangkat kembali kejayaan Kabupaten Kaur sebagai daerah penghasil rempah-rempah, khususnya cengkeh, lada dan pala.
Menurut Dadang, berbicara tentang Kaur tidak hanya berbicara mengenai pembangunan hari ini. Kabupaten Kaur juga memiliki jejak sejarah panjang dalam perjalanan perdagangan rempah di Bengkulu.

Sejarah Bengkulu mencatat lada telah menjadi salah satu komoditas perdagangan penting sejak berabad-abad lalu. Wilayah pesisir Bengkulu, termasuk jalur perdagangan di bagian selatan, menjadi bagian dari pergerakan komoditas lada yang menarik kedatangan para pedagang dari berbagai daerah dan bangsa asing. Lada bahkan menjadi salah satu komoditas yang mendorong perkembangan pelabuhan-pelabuhan di pantai Bengkulu.

Baca Juga :  Kompak...!!! TNI-POLRI Bersama FKPPI 1135 Surakarta Bagi-bagi Takjil Jelang Berbuka Puasa

Selain lada, kawasan Bengkulu bagian selatan sejak lama juga dikenal sebagai daerah penghasil cengkeh. Catatan sejarah daerah Bengkulu menyebut lada dan cengkeh sebagai hasil perkebunan rakyat yang penting di kawasan Bengkulu Selatan, yang secara historis juga mencakup wilayah Kaur sebelum pemekaran daerah.

Dadang Mishal menilai sejarah tersebut tidak seharusnya hanya menjadi cerita masa lalu. Belum lagi soal wisata sejarah yang sudah mendapat pengakuan dari Sultan Hamengkubwono, Gubernur Jogja sudah pernah ke Gunung Si Kumbang yang merupakan daerah peradaban tertua dengan ditemukannya puing peninggalan Kerajaan.

“Kaur ini memiliki sejarah yang kuat sebagai daerah penghasil rempah. Kita pernah dikenal melalui komoditas seperti cengkeh dan lada. Bahkan sejarah perdagangan rempah di kawasan Bengkulu telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari perjalanan daerah ini,” ujar Dadang Mishal.

Menurutnya, sejarah memiliki nilai strategis apabila mampu diterjemahkan menjadi gerakan ekonomi baru. Ia melihat hingga saat ini masyarakat Kaur masih memiliki hubungan yang kuat dengan tanaman rempah, terutama cengkeh. Di sejumlah wilayah, tanaman cengkeh masih bertahan dan terus dipelihara oleh masyarakat.

Baca Juga :  Personil TNI Berikan Himbauan Tentang Prokes Walaupun Sudah DI Vaksin

“Saya melihat tanaman cengkeh itu masih ada dan masih bertahan. Artinya, potensi itu belum hilang. Tinggal bagaimana kita membangkitkannya kembali dengan pola pengembangan yang lebih serius, terencana dan modern,” katanya.

Dadang menyebut, pengembangan kembali komoditas cengkeh, lada dan pala tidak hanya penting dari sisi ekonomi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan identitas Kabupaten Kaur.

“Kita jangan hanya menjadikan sejarah sebagai cerita bahwa dulu Kaur pernah hebat dalam komoditas rempah. Justru sejarah itu harus menjadi inspirasi untuk masa depan. Kalau dulu rempah dari wilayah ini memiliki nilai perdagangan tinggi, kenapa sekarang kita tidak berusaha mengembalikan kejayaan itu dengan pendekatan yang lebih baik?” tambahnya.

Ia mendorong agar pemerintah daerah bersama masyarakat mulai memetakan kembali kawasan yang cocok untuk pengembangan rempah. Menurutnya, program tersebut dapat dimulai dari skala kecil melalui lahan percontohan, sebelum dikembangkan secara lebih luas.

“Tidak harus langsung besar. Yang penting dimulai. Kita bisa membuat kawasan percontohan cengkeh, lada dan pala. Kalau berhasil, masyarakat akan melihat langsung bahwa komoditas ini masih memiliki masa depan dan nilai ekonomi yang menjanjikan,” ungkap Dadang.(Hw)

 

Berita ini 0 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Dandim 0410/KBL Jadi Narasumber Utama Acara Talk show di Bandar Lampung

DAERAH

Perdana, Advokat Persadin Disumpah di Pengadilan Tinggi Jawa Barat

Bandar Lampung

Jadi Dosen Di Universitas Ternama, Anggota Kodim 0410/Kota Bandar Lampung Ikut Serta Cerdaskan Anak Bangsa

DAERAH

Makam Pahlawan Radin Intan II Jadi Saksi Supriyanto Saat di Lantik Jadi Sekda Lampung Selatan

DAERAH

Konsumsi Narkoba, Pemuda Asal Karta Raharja Ini Ditangkap Polisi

Bandar Lampung

Bersinergi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bantu BPBD Bandar Lampung Evakuasi Pohon Tumbang

DAERAH

Berawal dari Resep Keluarga, Mie Pangsit Cha Cha Kini Tumbuh Berkat Dukungan KUR BRI Unit Pringsewu II Kanca Pringsewu

DAERAH

Cooling System Jelang Pilkada 2024, Kapolre Sambangi Calon Bupati-Wakil Bupati