Home / DAERAH / Lampung Selatan

Jumat, 17 Januari 2025 - 08:27 WIB

Diduga Kepala Desa Rangai Tritunggal Berhasil Bobol Rekening Kober SIP Bahari

Lamsel: jarilampung.com–
Belum selesai pemeriksaa yang dilakukan Inspektorat atas laporan LSM PRL dan FPII Lampung terkait dugaan penyimpangan anggaran pembangunan Rabat Beton yang bersumber dari anggaran dana desa (DD) tahun 2024, Rusda, kepala Desa Rangai Tritunggal Kecamatan Ketibung kembali berulah. Kali ini Rusda diduga untuk kepentingan Pribadi, sikat anggaran BOP Kober SIP Bahari tanpa sepengetahuan ketua dan Bendahara Kober SIP Bahari.

Dari hasil penelusuran media Patners Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Prov. Lampung diketahui bahwa Rusda pada tanggal 9 Agustus 2024 diduga membobol rekening Kober SIP Bahari melalui Salah satu Bank di Sidomulyo dan berhasil menggondol dana BOP SIP Bahari sebesar RP. 30.300.000 ,(tiga puluh Juta tiga ratus ribu rupiah).

Ditempat terpisah Ratu dan Martini selaku ketua dan bendahara Kober SIP Bahari mengaku tidak tahu menau dan tidak pernah dihubungi serta tidak pernah diminta untuk mencairkan BOP SIP Bahari oleh siapapun. Justru kedua nya tahu setelah dimintai tanggapan oleh pihak media.

Baca Juga :  Polres Tulang Bawang Barat Rutinkan Olahraga Bersama Setiap Sabtu

“Maaf mas, kami berdua selaku bendahara dan ketua Kober SIP Bahari sebelumnya tidak tahu menahu terkait penarikan dana BOP Kober SIP Bahari. Kami tidak pernah diminta hadir, tidak pernah memberikan surat kuasa ke siapapun untuk menarik dana BOP SIP Bahari oleh pihak manapun”. Jelas Martini.

“Kepalangan ini sudah terbuka di Publik, kami minta supaya diusut secara tuntas ya pak, kami takut bila uang tersebut tidak terealisasi dan menjadi temuan kami bisa terbawa-bawa masalah, karena rekening tersebut masih atas nama kami”. Harap Martini.

Sementara Aminudin S.P selaku ketua Umum LSM Pembinaan Rakyat Lampung sekaligus selaku ketua FPII prov. Lampung akan mengambil langkah-langkah kongrit dengan melaporkan Rusda Selaku Kepala Desa Rangai Tritunggal ke aparat penegak hukum dengan pasal penyalahgunaan wewenang dan dugaan penyelewengan anggaran BOP SIP Bahari.

Baca Juga :  Tim Laskar Lampung Berkunjung ke IWO Lampung

Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan antara lain UU no. 20 tahun 2021 pasal 5, UU no.31 tahun 1999 pasal 13, UU no.30 tahun 2014 pasal 10 hutuf a, pasal 17, serta KUHP pasal 421,424, dan 425.
Sanksi yang bisa dijatuhkan kepada pejabat yang menyalahgunakan jabatannya diantaranya :
1. Penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun.
2. Pidana denda minimal Rp. 50 juta dan maksimal Rp.250 juta.
3. Pidana penjara paling lama 2 tahun dan paling lama 7 tahun dan
4. Pidana denda paling sedikit Rp.100 juta dan paling banyak Rp. 350 juta.

Sementara, sampai berita ini diterbitkan Rusda selaku kepala Desa Rangai Tritunggal belum dapat dihubungi untuk dimintai tanggapan. (TIM)

Sumber Realise Media Patners FPII Lampung.

Berita ini 218 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Cegah Penyebaran Virus Corona Babinsa dan Satgas Covid 19 Kelurahan Imbau Warga Patuhi Prokes

DAERAH

Kepala Tiyuh Bujung Dewa Salurkan BLT-DD Tahun Anggaran 2022

Bandar Lampung

Kasdim 0410/KBL Beri Arahan Kepada Personel BKO Dari Yonif 143/TWEJ

DAERAH

Biro SDM Polda Lampung Sosialisasi PNBP Assessment Center Polri Di Pemda Tulang Bawang Barat

DAERAH

Koramil 22/Slogohimo Terjunkan Babinsa Bantu Kelancaran Vaksinasi

Bandar Lampung

Anaknya Tak Lolos Sekolah Unggul, Anggota DPRD Justru Puji Sistem TPA Disdik Lampung

Bandar Lampung

Koramil TBS dan Puskesmas Pasar Ambon Kembali Gelar Vaksinasi Untuk Warga Binaan

DAERAH

Polres Tubaba Laksanakan Pengamanan Arus Lalin Pagi Jaga Ketertiban Berlalu Lintas