Home / Bandar Lampung / DAERAH

Senin, 7 Maret 2022 - 08:41 WIB

Konflik Agraria Masyarakat Adat dan PT HIM, Libatkan Tokoh Masyarakat, Adat, dan Lintas Agama sebagai Fasilitator

Keterangan foto: Hi. Rycko Menoza SZP, SE., SH., MBA

Oleh: Hi. Rycko Menoza SZP, SE., SH., MBA*

Jarilampung.com-Bandar Lampung:
KONFLIK Agraria antara Masyarakat Adat 5 (lima) Keturunan Bandardewa dengan PT Huma Indah Mekar (HIM) telah menelan korban luka berat dikepala salah satu warga masyarakat lima keturunan yang juga ketua PAC Pemuda Pancasila (PP) Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung setelah bentrok fisik dengan Satpam PT HIM.

Dampak dari peristiwa tersebut, tentu menimbulkan penderitaan bagi Satpam pelaku penganiaya Sabirin dan pelaku pengerusakan kebun karet PT HIM yang kini kabarnya telah menjadi tersangka dan ditahan oleh pihak berwajib. Tidak hanya para pelaku yang menderita, anak dari istri mereka menjadi kehilangan tulang punggung keluarga.

Mungkin ini harus menjadi antisipasi dini yang dilakukan pemerintah daerah, baik melalui tokoh-tokoh Agama, Adat, Masyarakat dan Lintas lainnya.

Baca Juga :  Pelihara Kemampuan Prajurit Kodim 0410/KBL Menggelar Latbak Jatri TW II TA 2023

Apakah disana sudah ada forum-forum seperti daerah lainnya seperti FKUB, MPAL, dll. Inilah yang menjadi fasilitator maupun corong pemerintah dengan masyarakat, jika terjadi isu macam-macam persoalan yang ada dilapisan masyarakat.

Karena itulah, setiap daerah dialokasikan anggaran untuk pembinaan rutin untuk forum-forum tersebut, termasuk sebagai pembinaannya dari TNI/Polri, dalam hal ini Kodim/Polres.

Ini pun menjadi bagian dari pembangunan masyarakat dalam bidang sumber daya manusia (SDM), selain dari pada fisik yang juga menjadi tanggung jawab Kepala Daerah.

Keberhasilan suatu daerah tidak cukup dengan membangun sarana prasarana saja, namun tanpa melihat bagaimana kehidupan bermasyarakat serta seberapa besar manfaatnya dari keberadaan perusahaan setempat terhadap masyarakat pula.

Untuk itu, berikut adalah beberapa pandangan saya terhadap penyelesaian persoalan ini :

Pertama, Libatkan tokoh-tokoh Masyarakat, Adat, dan tokoh-tokoh Lintas Agama (FKUB, MPAL) untuk menjadi fasilitator yang pembinanya dari unsur TNI Polri, Kejaksaan dan Pemda setempat untuk menyelesaikan issue dan masalah yang krusial ditengah masyarakat.

Baca Juga :  PJ.Bubapi Lambar Mengapresiasi Kinerja Kapolres Setempat

Kedua, Perlunya pembinaan secara rutin melalui forum-forum tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas SDM masyarakat, kesadaran hukum untuk menjaga Kamtibmas yang diprogramkan dalam APBD, selain pembangunan infrastruktur di daerah.

Kemudian, Melakukan antisipasi dini dan cepat tanggap terhadap untuk menyelesaikan masalah-masalah masyarakat sehingga tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan dan berpotensi menimbulkan kerusuhan.

Terakhir, Segera selesaikan dengan mencari akar penyebab-penyebab masalah dan solusi penyelesaiannya secara arif dan bijaksana melalui pendekatan musyawarah untuk mufakat (damai) sehingga masalahnya dapat selesai dan tuntas. (*)

*Penulis:
Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Lampung

Mantan Bupati Lampung Selatan

Berita ini 36 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Polsek Tulang Bawang Tengah Gelar Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Mulya Asri

DAERAH

Mengenal Sosok Andre Parmonangan P Seorang Content Creator dan Dokter

DAERAH

Puan: Segera Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok Agar Kurangi Beban Rakyat

DAERAH

Pj. Bupati Nukman Merayakan Hut Ke-53 Korpri Bersama Ratusan Pelajar

DAERAH

Kasat Binmas Polres Tubaba Jadi Pembina Upacara di SMPN 2 Tulang Bawang Barat

DAERAH

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Sat Lantas Polres Tubaba Salurkan 25 Galon Air Bersih untuk 13 KK di Tiyuh Panaragan

DAERAH

Babinkamtibmas Tiyuh Penumangan Baru Mengayomi Masyarakat

Bandar Lampung

Kodim 0410/KBL Gelar Sosialisasi Kredit Ringan Dari BTN Bandar Lampung