Home / DAERAH / TUBABA

Kamis, 22 Juni 2023 - 00:49 WIB

Pengadaan penyusunan studi EHRA Dinkes Tubaba diduga Ada Kejanggalan

Tubaba: jarilampung.com–
Pengadaan penyusunan studi EHRA oleh pihak Dinas kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat diduga Fiktif, hal tersebut dihimpun dari berbagai sumber Rabu 21/6/2023.

Pelaksanaan studi EHRA atau studi penilaian risiko kesehatan lingkungan mestinya tidak dilakukan oleh pihak ketiga atau jasa konsultan, karena jelas juknis Kemenkes kegiatan studi EHRA memanfaatkan sumber daya setempat untuk pengumpulan data selaku enumerator yaitu umumnya adalah tenaga kader.

Sedangkan pengolahan data dan analisa data adalah Dinas kesehatan Kabupaten/kota bersama sanitarian dibantu oleh Pokja kabupaten/kota.

Bahkan dengan tegas dalam juknis dijelaskan studi EHRA dilaksanakan secara penuh oleh pokja kabupaten / kota dengan penanggung jawab PELAKSANA adalah *DINAS KESEHATAN* dengan rincian:
1. koordinator studi : dinas kesehatan
2. koordinator kecamatan : kepala puskesmas.
3. Supervisor: sanitarian puskesmas.
4. Tim entri data: Bagian pengolah data dinkes.
5. Enumerator : kader aktif kelurahan (ppk, posyandu, KB, dll).

Baca Juga :  Jaga Kebugaran dan Imunitas Tubuh, Personel Kodim 0410/KBL Laksanakan Olahraga Mandiri

Yang menjadi pertanyaan, mengapa Dinkes Tubaba menunjuk CV. Sahabat Alam Konsultan sebagai pemenang dalam penyusunan studi EHRA dengan maksud dan tujuan kegiatan untuk pengumpulan data kondisi sanitasi dan memberikan penilaian daerah risiko kesehatan karena lingkungan padahal tim studi EHRA yang terlatih baik tingkat kabupaten, Puskesmas dan desa sudah tersedia.

Ditempat terpisah Kabid Kesehatan masyarakat (Kesmas) Arum didampingi oleh kasi kesmas Dedi terkait hal di atas dirinya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut wajib melibatkan pihak ketiga sehingga dilakukan pengadaan langsung melalui LPSE.

“Untuk pelaksanaan studi EHRA kami melibatkan pihak ketiga sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) berdasarkan peraturan pemerintah (PP) nomor 66 tahun 2014 tentang kesehatan lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga :  Keliling Desa, Batituud Bersama Petugas Kesehatan Himbau Disiplin Dalam Menjaga Protes

Padahal dalam PP nomor 66 tahun 2014 tidak ditemukan keterangan bahwa studi EHRA wajib melibatkan pihak ketiga.

Selanjutnya, hasil penelusuran di laman SIKI / LPJK dan LSBU Inkindo pemenang kegiatan studi EHRA yaitu CV. Sahabat Alam Konsultan diketahui bergerak di bidang konstruksi dan tidak memiliki SBU: (S1.04) sesuai persyaratan yang dibutuhkan dalam LPSE.

Bahkan PJSK dalam CV. Sahabat Alam Konsultan hanya memiliki keahlian dalam bidang RK 003, RK 002 dan RK 001 bukan S1.04.

Dari beberapa temuan diatas, patut diduga kegiatan pengadaan langsung studi EHRA tahun anggaran 2023 adalah fiktif. (Slm)

Berita ini 45 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Kunjungi Tubaba, Kapolda Ingin Dengar Aspirasi Masyarakat dan Tokoh Adat.

DAERAH

M. Firsada Halal Bihalal Dengan ASN Dilingkup Pemkab Tubaba

DAERAH

Tiap Hari Selama Bulan Suci Ramadhan 1444 H, Polres Tulang Bawang Bagikan 85 Nasi Kotak Gratis

DAERAH

Jelang Jumat Agung Dan Paskah, Babinsa Koramil Jebres Masifkan Patroli Wilayah

DAERAH

Kukuhkan Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Parosil Mabsus : Harus Memiliki Trget Perioritas

DAERAH

PJ.Bupati Lambar Tinjau Persiapan Festival Sekala Bekhak ke -9

Bandar Lampung

DPP For-WIN Dukung Penuh Langkah Polda Lampung Tindak Tegas Curanmor

DAERAH

Babinsa Koramil 410-03/TBU Gerak Cepat Bantu Warga Dampak Bencana Alam