Lamsel: jarilampung.com–
Ketua Koordinator (Korwil) Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Feki Harison menyayangkan insiden kekerasan yang dialami (BW) siswa SMA kebangsaan. Diduga kuat dilakukan oleh para seniornya.
Menurut keterangan dari berbagai sumber Feki Harison menambahkan Aksi kekerasan itu terjadi pada Senin (9/9/2024) sekitar pukul 21.30 WIB, di toilet aula lingkungan sekolah di Jalan Trans Sumatera, Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
“Sangat disayanginya kejadian yang tidak kita inginkan, ini butuh perhatian serius dari polres Lampung Selatan untuk menangani kasus yang menimpa salah satu siswa menjadi korban kekerasan para seniornya tersebut,” kata Ketua FPII Lamsel Feki Harison saat diminta tanggapannya. (15/09/2024).
“Terduga pelaku kekerasan dan bullying harus diberi efek jera, agar kedepannya tidak terulang kembali. Perbuatan kekerasan, yang tidak terpuji tersebut tidak dibenarkan dimata hukum.Jadi harus segera ditindaklanjuti. Apalagi sampai merugikan keluarga korban. Atas kejadian itu orang tua korban (ES) meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini”.
“Diduga bukan satu orang, lebih dari satu orang pelaku kekerasan tersebut. Selain perbuatan tersebut tidak dibenarkan dimata hukum, para terduga pelaku telah mencoreng nama sekolah dan dunia pendidikan khususnya di bumi agom mufakat ini.Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan harus mengambil langkah tegas agar sekolahan tersebut tidak terpuruk.
Jika persoalan ini tidak ditindaklanjuti dikhawatirkan hal tersebut akan terulang lagi,” pungkasnya.
Untuk sementara saat ini ES (43) Ayah orang tua korban telah melaporkan IB, TP, EZ dan (D) ke mapolres Lampung Selatan.
Selanjutnya Feki juga meminta Kepolisian Polda Lampung mendorong pihak kepolisian Polres Lampung Selatan untuk segera mengusut dan menindak tegas sesuai peraturan dan perundang undangan yang berlaku.
“Besar harapan kami agar kepolisian Polda Lampung ikut serta dalam proses kasus kekerasan/ bullying yang telah dilaporkan di polres Lamsel. Ingat jangan ada tebang pilih dan hukum harus tetap ditegakkan,” tegas Feki.
(Tim)







