Tubaba: jarilampung.com– – Meningkatnya kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) membuat masyarakat mendesak pemerintah pusat dan Badan Narkotika Nasional (BNN) agar segera menghadirkan kantor BNN definitif di wilayah tersebut.(20/6/2026).
Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Tubaba Sekaligus sebagai ketua-Bela Budaya Nusantara Salmani, menilai keberadaan BNN sangat dibutuhkan untuk memperkuat upaya pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, serta edukasi bahaya narkoba yang saat ini dinilai semakin mengkhawatirkan. Sejumlah kasus narkotika yang berhasil diungkap aparat kepolisian dalam beberapa waktu terakhir menjadi bukti bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda di Tubaba.
Tokoh masyarakat Tubaba menyampaikan bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat kepolisian. Kehadiran BNN dinilai dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pencegahan, rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba hingga pemberantasan jaringan pengedar.
Sebelumnya, pada tahun 2022 BNN Provinsi Lampung telah meluncurkan Pos AJU (Pangkalan Pendekat) BNN di Tubaba sebagai langkah awal pembentukan BNN di daerah tersebut. Saat itu, pemerintah daerah dan masyarakat menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menghadirkan BNN di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Masyarakat, Tokoh agama, Tokoh adat Ketua Ormas berharap pemerintah pusat segera merealisasikan pembentukan kantor BNN Kabupaten Tubaba agar penanganan masalah narkotika dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan.
“Generasi muda Tubaba harus diselamatkan dari bahaya narkoba. Kami berharap BNN segera hadir secara penuh di daerah ini,” ujar Salmani.
Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan wilayah yang cukup luas, kehadiran BNN dinilai menjadi kebutuhan mendesak guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Tulang Bawang Barat. (Red)







