Home / DAERAH / Pendidikan / TUBABA

Rabu, 2 Februari 2022 - 22:07 WIB

Orang Tua Ehan,Siswa yang di keluarkan dari SDN 09 Datangi Disdik Tubaba

Jarilampung.com-Tubaba:
Wali murid dari Ehan Afitab Syargi Datangi Dinas Pendidikan karena tidak terima anaknya yang di keluarkan atau di berhentikan dari pihak Sekolahan SDN 09 Gunung Terang Tubaba, hari ini mendatangi kantor Dinas Pendidikan Tubaba untuk menyampaikan kronologis pemecatan terhadap anaknya.Rabu 2/2/2022.

Pasutri atau orang tua dari Ehan Afitab Syargi yaitu Mulyono dan Rosmiati serta anaknya datang ke Dinas Pendidikan Tubaba,di terima langsung oleh Sekretaris Disdikbud Tubaba Abdul Rohman,dan mereka menceritakan hal ikhwal yang terjadi pada anak mereka.
“Awal kejadian pada mid semester pada bulan Nopember 2021,anak kami masuk mengikuti mid semester,namun baru satu hari lalu ke esok harinya anak kami tidak di bolehkan mengikuti mid semester lagi dari pihak sekolahan tapi apa alasannya kami nggak tau,”ungkap Rosmiati dengan Mulyono.

Lanjut Rosmiati,”lalu kami datang ke sekolahan dan menanyakan kenapa anak kami tidak boleh masuk lagi,lalu saya di jawab sama Kepala sekolahnya,ya anak ibu ini nakal dan slalu meludahi teman-temannya,dan saran kami,anak ibu ini masukkan saja ke SLB (Sekolah Luar Biasa) sambil dia ketawa,gitu kata kepala sekolahnya dengan kami,lalu saya menangis karena saya tidak terima kalau anak saya sampai di suruh masuk SLB,dan pada saat saya menangis sempat di Vidio in Kepala sekolahnya dan dia berkata,akan saya viralkan di Facebook ibu ini,dan ibu mau menganggap saya apa ya terserah aja,”tutur Rosmiati menirukan ucapan Kepala sekolah nya.

Baca Juga :  Gubernur Lampung dan Waka Polda Lampung Kunjungan Kerja di Kabupaten Tulang Bawang Barat

Masih kata orang tua Ehan,”Ya kalau memang benar anak kami Ehan itu benar-benar nakal yang katanya mulai dari kelas Satu,kenapa sampai udah kelas dua dari pihak sekolahan baik itu Guru maupun Kepala sekolahnya tidak pernah memberi tau atau memanggil kami sebagai walinya Ehan,kok malah dengan tiba-tiba Ehan di keluarkan dari sekolahan begitu saja,”jelas Rusmiati yang di iyakan Mulyono suaminya.

Lanjut Rosmiati dan Mulyono,”setelah anak kami tidak boleh sekolah lagi di SDN 09 Gunung Terang,maka kami minta surat pindah ke kepala sekolah,tp tidak pernah di respon,sampai kami memohon beberapa kali karna kami mau memasukkan Ehan ke sekolah yang lainnya,karena kami memaksa minta surat pindah,maka Kepala sekolah mengeluarkan surat pindah yang tidak di cap dan gak ada nomernya, serta gak ada dalam surat itu anak kami pindah ke mana atau di sekolah mana,”terang Rusmiati dan suaminya.

Di tempat yang sama,sekretaris Pendidikan mengatakan akan mendalami masalah ini dulu dan akan memerintah kan bagian yang membidanginya untuk turun ke lapangan untuk mengecek kebenarannya di sekolahan atas kebenarannya,karena penjelasan dari pihak sekolahan berbeda dengan Orang tua Ehan.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara Ke-76, Dandim 0735/Surakarta Berikan Kejutan Kepada Kapolresta Surakarta

“Kami akan turun ke sekolahan dulu untuk mencari kebenarannya,sebab kami juga sudah memanggil Kepala sekolah dan dewan guru yang bersangkutan,dan mereka mengatakan bahwa Ehan ini nakal,suka naik-naik bangku dan suka meludahi teman-temannya,sementara ini penjelasan dari Bapak dan Ibu Ehan mengatakan anaknya nggak seperti itu,bahkan Ehan di saat mengaji di TPA,solat di masjid tidak pernah ada kendala apa-apa bahkan saat bermain sama teman-temannya di rumah tidak pernah nakalin teman-temannya,”pungkas Sekretaris Abdul Rohman.

Masih kata Abdul Rohman,”mengenai surat yang di keluarkan Kepala sekolah yang tidak ada stempel/cap ya dan tidak ada nomernya itu,kita sudah suruh untuk merubahnya,karena surat itu nggak benar,dan kalau masalah Ehan ini setelah kami kroscek di lapangan dia tidak sesuai apa yang di katakan oleh kepala sekolah dan guru-guru,nanti bagai mana sanksi yang akan di berikan itu terserah sama Kadis nya aja,tapi kalau Ehan ini memang benar nakal,maka saran kami lebih baik di pindahkan ke sekolah lain aja,karena kita menjaga jangan sampai psikologisnya terganggu dan mengganggu aktifitas teman-temannya yang lain,”jelas Abdul Rohman. (*)

Sumber
(A.Terpilih).

Berita ini 46 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Diduga Menderita Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Wanita Lanjut Usia asal Tiyuh Candra Mukti Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

DAERAH

Babinsa Koramil 01/Wonogiri Dampingi Pelaksanaan Vaksin Boster Kepada Warga

Bandar Lampung

Kodim 0410/KBL Melakukan Bhakti Sosial Kepada Warga Binaannya Dengan Tema TNI AD Manunggal

DAERAH

Percepatan Vaksinasi, TNI-Polri Kecamatan Ngadirojo Berikan Pendampingan Kepada Nakes

DAERAH

Pelayanan Pertanahan Lambar Tetap Buka Libur Nataru, Parosil Mabsus : Manfaatkan Hari Libur Mengurus Dokumen Kebutuhan Pertanahan

DAERAH

Babinsa Kelurahan Gandekan Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Di Wilayahnya

DAERAH

Polres Tubaba Gelar Penyuluhan Hukum di Tiyuh Panaragan Agar Masyarakat Memiliki Wawasan dan Sadar Hukum

DAERAH

PJ.Bupati Lambar Narasumber Pada Talk Show di Anjungan PKOR Lampung