Home / DAERAH / Nasional

Rabu, 27 April 2022 - 19:05 WIB

Puan Resmikan Penataan Kawasan Gunung Kemukus di Momen Yang Tepat

Jarilampung.com-Sragen :
Ketua DPR RI Dr.(H.C) Puan Maharani meresmikan penataan Kawasan Gunung Kemukus yang terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (26/04/2022). Dalam acara peresmian, Puan didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Kawasan wisata Gunung Kemukus ditata oleh Pemerintah sejak Oktober 2020 lalu, dan rampung pada akhir 2021.

“Salah satu ciri daerah yang maju adalah memiliki ikon pariwisata. Di Jakarta ada Monas, di Medan ada Istana Maimun, di Manado ada Bunaken, dan banyak lagi daerah dengan ikonnya masing-masing,” kata Puan.

“Karena itu saya senang dapat hadir hari ini di Sragen dalam peresmian penataan Kawasan Gunung Kemukus yang InshaAllah akan menjadi ikon baru Kabupaten Sragen,” tambah Puan.

Puan menyebut peresmian penataan Kawasan Gunung Kemukus pada hari ini adalah momen yang tepat karena pada 28 April besok sudah memasuki masa cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Diharapkan, jumlah pengunjung kawasan wisata Gunung Kemukus bisa meningkat di musim libur lebaran ini.

Baca Juga :  Terapkan Kurikulum Merdeka P5 SMP Daarul Qudwah Gandeng Radio Swara Praja 98,6 FM

Puan mengapresiasi perubahan wajah dan citra Kawasan Gunung Kemukus. Ia berharap, wajah baru kawasan Gunung Kemukus ini dapat mendorong kebangkitan pariwisata Sragen dan meningkatkan perekonomian UMKM di kawasan Gunung Kemukus.

“Saya berharap ke depan, kalau ke Sragen salah satu tujuan adalah Gunung Kemukus. Jadi bisa mengubah citra Gunung Kemukus yang dulu, menjadi citra yang lebih baik. Bisa membawa berkah dan faedah bagi masyarakat Sragen dan sekitarnya,” tutur legislator PDI Perjuangan itu.

Selain meresmikan, Puan juga memberikan bantuan gerobak untuk sejumlah UMKM yang ada di kawasan objek wisata. Salah satu yang menerima adalah Yuli, yang mencari nafkah di Gunung Kemukus sebagai pedagang jajanan. Yuli senang, kawasan wisata Gunung Kemukus sudah lebih tertata dan bagus. Wajah baru ini harapannya dapat menarik perhatian wisatawan dan tentunya bisa berdampak positif pada usaha Yuli.

Baca Juga :  Jalan Mulus, Ekonomi Tumbuh: Bupati Egi Resmikan Akses Bumi Daya-Trimomukti

“Sekarang tempatnya sudah bagus. Dibangunnya jembatan juga sangat membantu. Karena dulu harus naik perahu yang ongkosnya cukup mahal. Sekitar Rp 20.000 – 30.000. Sekarang sudah bisa naik ojek,” kata Yuli.

Puan Maharani berharap semuah pihak turut menjaga kebersihan kawasan Gunung Kemukus yang sudah dipercantik dan ditata rapi ini.

“Setelah diresmikan harus dijaga kebersihannya. Nyapu-nyapu ini daun-daun pohon besar siapa yang nyapu? Apa dibuat komunitas warga, itu juga bisa menjadi satu sumber penghasilan. Jangan hanya petugas dari dinas saja. Tapi warga juga bisa dilibatkan. Semoga kawasan Gunung Kemukus yang baru ini bisa menjadi tujuan wisata positif, dimana wisata religi dan wisata menjadi satu kesatuan di sini,” tutup Puan.(*)

Berita ini 87 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Pj Bupati Nukman Sebut Budaya Pesta Sekura Cakak Buah Masuk Event Nasional. Pj Bupati Lampung Barat Drs. Nukman M.M mengatakan budaya warisan nenek moyang khas Lampung Barat budaya pesta sekura cakak buah menjadi agenda event Nasional. Demikian disampaikan Pj Bupati Lampung Barat saat mengikuti langsung kemeriahan halal bihalal Kelurahan Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit yang dikemas dalam pesta sekura cakak buah, Kamis 11 April 2024. “Lampung Barat ini sudah memiliki dua event Nasional yang diakuin oleh Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan yakni sekura cakak buah dan Festival Sekala Bekhak,” terangnya. Dirinya mengungkapkan hal tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Lampung Barat mengingat tidak setiap daerah memiliki budaya tergolong envent Nasional. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mendukung penuh kegiatan sekura cakak buah ini yang memang merupakan budaya warisan dari zaman ke zaman,” tuturnya. Ia meminta kepada lapisan masyarakat Lampung Barat agar tetap melestarikan warisan budaya nenek moyang sekura cakak buah dan menjaga tatakerama keindahan budaya yang hanya ada di bumi beguai jejama sai betik ini. “Kita tunjukkan tatakerama keindahan budaya kebanggan kita ini dengan cara menjaga pakaian dengan sopan, jangan meminta-minta di jalur jalan dengan alesan mengamen,” terangnya. “Identiknya sekura inikan ngelimuk (mengumpulkan sampah) jadi kalo sekura membawa pohon-pohon itulah sekura jangan dimarah-marah, tapi sekuranya juga jangan buang sampah sembarangan. Bawa golok, pedang boleh tapi jangan dicabut-cabut,” sebutnya. Sebab, dikatakan Nukman mengingat pesta budaya sekura cakak buah sudah masuk dalam event Nasional maka secara otomatis dipantau langsung oleh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan. “Karena ini adalah event Nasional maka akan kita liput terus setiap kegiatan-kegiatan untuk kita laporkan ke pihak Kementerian sebab akan menjadi penilaian bagi mereka,” jelasnya. “Puncaknya akan kita lakukan pada kegiatan Festival Sekala Bekhak nanti inyak Allah di bulan 6 mendatang,” tutu Nukman.

DAERAH

Tolak Kekerasan Perempuan dan Anak, Parosil Mabsus Gandeng Mighul Lampung Bersatu

Bandar Lampung

Diduga Gelapkan Uang Puluhan Juta, Oknum Guru SMKN Tanjung Sari Akan Dilaporkan ke APH

DAERAH

Polsek Tumijajar Tingkatkan Patroli, Guna Cegah Kejahatan Malam Hari

DAERAH

Danramil Bersama Forkopincam Wuryantoro Ikuti Turnamen Bola Volly Go Nyawiji Cup 2022

DAERAH

Bupati Parosil: Seni Perekat Perbedaan, Januari Gauri 9.0 Teguhkan Budaya Lampung Barat

DAERAH

Polsek Tumijajar laksanakan Harkamtibmas di titik keramaian cegah 3C dan Premanisme

DAERAH

Wanita Filantropi Indonesia Bedah Rumah di Lampung Selatan, Bupati Egi: Gotong Royong adalah Kekuatan Kita