BANDAR LAMPUNG : jarilampung.com–– Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat di Kampung Kihung, RT 08, Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Personel Babinsa dari Koramil 410-03/TBU, Kodim 0410/KBL, terus mengawal dan membantu warga dalam pembangunan Jembatan Perintis Gantung yang sangat dinantikan.
Memasuki hari ke-14 masa pembangunan (H+14), tepatnya pada Rabu (23/9/2026), kegiatan fisik terus dikebut. Berdasarkan laporan harian yang diterima, saat ini pekerjaan fokus pada tahap pembuatan lubang tiang pancang. Meskipun baru memasuki progres 5 persen, antusiasme personel TNI dan warga tetap tinggi untuk menyelesaikan infrastruktur vital tersebut.
Jembatan yang dibangun memiliki spesifikasi panjang 70 meter dan lebar 1,5 meter ini bukan sekadar konstruksi besi dan kayu, melainkan urat nadi baru bagi warga. Jembatan ini berfungsi sebagai penghubung utama antara Kampung Kihung, Kelurahan Sukarame II, menuju Kampung Impres, Kelurahan Batu Putuk.
Mayor Inf Bagus selaku Danramil 410-03/TBU menyatakan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat adalah wujud nyata kemanunggalan TNI. “Kami hadir untuk memastikan pembangunan berjalan lancar. Jembatan ini nantinya akan mempermudah mobilitas warga, terutama untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, personel Babinsa bahu-membahu bersama 8 orang tukang dan 5 warga setempat. Meskipun cuaca sejak pagi hingga sore hari terpantau cerah, medan yang cukup menantang tidak menyurutkan langkah mereka. Kehadiran 3 personel TNI di lokasi memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat.
Salah satu warga, Bapak Suparno, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami sangat berterima kasih kepada bapak TNI, khususnya Babinsa, yang selalu ada membantu kami. Dulu untuk ke Kampung Impres kami harus memutar jauh, nanti dengan jembatan ini jarak tempuh jadi jauh lebih singkat,” tuturnya.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi sekitar 70 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 230 jiwa. Jembatan ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh dan meningkatkan roda perekonomian warga di dua kelurahan tersebut.
Hingga laporan ini diturunkan, situasi di lokasi pembangunan terpantau aman, kondusif, dan terkendali. Sinergi antara TNI AD dan masyarakat diharapkan terus terjalin harmonis hingga jembatan tersebut selesai dan dapat digunakan oleh warga.(*)







