Jarilampung.com-Tubaba : Kenaikan harga BBM sangat dirasakan dampaknya oleh petani, di antaranya petani singkong.
Seperti yang dirasakan oleh salah satu petani singkong Tubaba, dampaknya sangat dirasakan olehnya apalagi akhir-akhir ini singkong mengalami penurunan yang sangat signifikan. Menurutnya, biasanya harga singkong berkisaran di harga 1350/Kg, sekarang menjadi 1100/Kg.
Dari pantauan wartawan media online snipers.news dari beberapa pabrik yang berada di Tubaba penurunan harga singkong bervariasi berkisaran 50 -100/kg.
Hal tersebut di ungkapkan oleh salah satu masyarakat Penumangan, Erwansyah mengatakan dengan turunnya harga singkong menyebabkan para petani menjerit bukannya mendapatkan hasil malah mengalami kerugian.
“Tadinya harga singkong lumayan bagus harganya 1350/Kg sekarang turun menjadi 1100/Kg hal inilah yang menyebabkan kami petani merasa kesulitan bahkan panen singkong Tahun ini saya mengalami kerugian,” ungkap Erwansyah kepada media snipers.news saat di temui di lokasi perkebunannya yang ada di Tiyuh/Desa Panaragan, Kamis (29/09/2022).
Lanjutnya, “Saya berharap Pemerintah mau membantu kami para petani singkong. Karena, apabila di biarkan saja mau makan apa kami,” keluh Erwansyah.
Ditempat tempat terpisah, hal senada juga di ungkapkan, Darsani masyarakat yang bergelut jadi petani singkong ikut mengeluh dan sangat merasakan dampak penurunan harga singkong.
“Menjadi petani singkong adalah mata pencaharian utama saya jadi kalau harganya terus mengalami penurunan maka saya akan mengalami kerugian yang sangat banyak,” ucap Darsani.
Lebih lanjut, Ia mengatakan, “Kemana lagi kami mengadu selain kepada Pemerintah Daerah khususnya Pemkab Tubaba dan Wakil kami di DPRD Tubaba, tolong bantu kami para Wakil Rakyat, Rakyatmu menjerit,” tuturnya.
(Juli)







