Home / DAERAH / Jakarta / Nasional

Jumat, 10 Desember 2021 - 13:49 WIB

Hari HAM Sedunia, Puan: RUU TPKS Jadi Pelindung Hak Perempuan

Jarilampung.com-Jakarta :
Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan perlindungan terhadap perempuan dalam peringatan Hari HAM Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Desember. Hak bagi perempuan untuk mendapat perlindungan, disebut Puan, salah satunya hadir melalui RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang sedang diperjuangkan DPR.

“HAM merupakan nilai yang harus dijunjung tinggi dalam demokrasi, termasuk di antaranya terhadap perempuan. Dan RUU TPKS menjadi wadah pelindung bagi hak-hak perempuan,” kata Puan, Jumat (10/12/2021).

Mantan Menko PMK ini mengingatkan, perempuan merupakan unsur penting dalam pembangunan negara. Oleh karenanya, kata Puan, perempuan harus mendapat perlindungan mengingat banyak korban kasus-kasus kekerasan seksual datang dari kalangan perempuan.

“RUU TPKS bukan hanya terkait pada perlindungan korban kekerasan seksual semata. Lebih dari itu, RUU TPKS erat kaitannya dengan hak asasi manusia,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

“Dan selama ini, hak-hak perempuan kerap kali tersandera dengan kondisi sosial budaya kita. Maka sering sekali perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual tak bisa membela diri dan kesulitan mendapat perlindungan,” sambung Puan.

Baca Juga :  Peletakan Batu pertama Pembangunan Masjid At-Taqwa Pekon Kenali

Oleh karena itu, RUU TPKS sangat dibutuhkan agar bisa menjamin terpenuhinya hak-hak terhadap perempuan. Apalagi, ditambahkan Puan, RUU TPKS berfokus kepada korban dan juga mengatur pencegahan kekerasan seksual.

“Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama dengan mengedepankan gender equity dan gender equality. Dan dengan RUU TPKS, itu menandakan negara hadir untuk korban-korban kekerasan seksual yang selama ini termarjinalkan,” tegasnya.

Setelah melalui berbagai dinamika, Badan Legislasi (Baleg) DPR akhirnya sepakat dengan RUU TPKS. RUU yang telah diperjuangkan sejak lama itu akan dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan sebagai RUU inisiatif DPR.

“Kami berharap pemerintah segera mengirimkan surpres agar RUU TPKS bisa dibahas bersama untuk kemudian disahkan sebagai undang-undang. UU TPKS akan menjadi komitmen negara memberikan perlindungan hak perempuan dari segala bentuk kekerasan,” sebut Puan.

Baca Juga :  Peserta Didik Sekolah Seni Tubaba Presentasikan Musik Kecapi dan Biola

Lebih lanjut, RUU TPKS dinilai bisa mempersempit gap aturan hukum yang ada jika nantinya disahkan. Puan mengatakan, penegak hukum dapat mempunyai pedoman yang lebih rigid dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual dengan kehadiran UU TPKS.

“Selain untuk melindungi hak perempuan, RUU TPKS diharapkan mampu menjadi jawaban atas kekosongan hukum dalam kasus-kasus tindak kekerasan seksual di Tanah Air,” ungkap Cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.

Di peringatan Hari HAM Sedunia, Puan juga mengingatkan bahwa semua warga negara memiliki hak dan kedudukan yang sama. Untuk itu, negara harus bisa memastikan penegakan HAM dari sisi sipil, hukum, politik, ekonomi, hingga sosial dan budaya.

“Negara pun harus bisa menjamin kebebasan berpendapat setiap warga negaranya”, tutup Puan.(red)

Berita ini 15 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Pemkab Lambar Menggelar Jalan Sehat Dalam Rangka HUT Korpri ke -51

DAERAH

IPU di RI Jadi Barometer Event Internasional, Puan: Ini Jadi Wajah Indonesia

DAERAH

Polres Tubaba Melaksanakan Pengamanan Pencairan BLT BBM di Kantor Pos

Bandar Lampung

Kapolda Lampung Diharap Tuntaskan Sengketa Tanah Ulayat 5 Keturunan Bandar Dewa

Bandar Lampung

KPU Balam Gandeng Kodim 0410/KBL Untuk Ciptakan Pemilu Yang Demokratis Dan Profesional

Bandar Lampung

Dugaan Korupsi DLH Kota Metro Naik Ke Penyidikan, DPP KAMPUD Apresiasi Kejari Metro

DAERAH

Pemerintahan Lampura Menghadiri Pesta Rakyat HUT Desa Gedung Makripat Ke- 52

DAERAH

Kodim 0735/Surakarta Bagikan Takzil Gratis Jelang Berbuka Puasa