Home / Bandar Lampung / DAERAH / Hukum & Kriminal

Sabtu, 8 Januari 2022 - 19:55 WIB

Lembaga KAMPUD Dukung Kejari Lampung Tengah Tuntaskan Laporan Dugaan Korupsi Dana Bantuan Covid-19

Jarilampung.com-Bandar Lampung:
Lembaga Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda Untuk Demokrasi (KAMPUD) kembali mendorong dan mendukung pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Tengah (Lamteng) untuk segera menuntaskan laporan terkait dugaan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) dana belanja bantuan tak terduga (BTT) tahun anggaran 2020 di Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Tengah.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Lembaga KAMPUD, Seno Aji, dalam keterangan persnya di Bandar Lampung, pada Sabtu (8/1/2022).

“Demi rasa keadilan yang ada dalam Masyarakat, kami kembali mendorong dan mendukung pihak Kejari Lampung Tengah, untuk segera menuntaskan sejumlah laporan dugaan KKN di BPBD Kabupaten Lampung Tengah, terkait realisasi belanja bantuan tak terduga penanganan dan penanggulangan Covid-19 oleh pihak BPBD Kabupaten Lampung Tengah”, kata Seno Aji.

Dijelaskan juga oleh Sosok Aktivis ini, sejumlah dugaan KKN realisasi BTT tersebut, diantaranya ;
1. Belanja yang diduga tidak jelas surat pertanggungjawabannya (SPJ) senilai Rp. 665.754.221,00,
2. Belanja senilai Rp. 715.643.250,-
3. Belanja bongkar/muat pengadaan beras dan telur senilai Rp. 245.387.138,-
4. Belanja makan dan minum diduga tumpang tindih/dobel anggaran senilai Rp. 202.649.500,-
5. Belanja pemakaman jenazah akibat Covid-19 diduga dobel anggaran senilai Rp. 67.500.000,-

Baca Juga :  Komsos Dengan Ketua RT, Babinsa Kelurahan Sondakan Eratkan Silahturahmi

“Sebagai pengelola dan penyalur dana BTT penanganan dan penanggulangan Covid-19 tahun 2020 diduga tidak sesuai dengan Ketentuan yakni PP nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah pasal 141 ayat (1), Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2020 tentang percepatan penanganan covid-19 di lingkungan Pemerintah Daerah pasal 5 ayat (1), Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 39 tahun 2020 tentang penguatan alokasi anggaran untuk kegiatan tertentu, perubahan alokasi dan penggunaan APBD, UU nomor 15 tahun 2004, dan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi”, tandas Seno Aji.

Baca Juga :  Dharma Wanita Lampura Adakan Perlombaan Tumpeng Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-78

Kemudian, lanjut Ketua Umum KAMPUD,
“Kami menduga bahwa terdapat unsur perbuatan melawan hukum yang berpotensi merugikan keuangan negara/daerah, maka kami meminta pihak Kejari Lampung Tengah untuk mengusut tuntas indikasi KKN tersebut”, ujarnya.

Sebelumnya, terhadap laporan LSM KAMPUD ke Kejaksaan setempat, pihak Kejari mengaku akan serius menindaklanjutinya. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Lampung Tengah, Topo Dasawulan, S.H, M.H, pada Senin (25/10/2021).

“Betul Kami telah menerima laporan dugaan korupsi di BPBD Lampung Tengah, kata Kasintel Kejari.

Dijelaskan oleh Beliau (Topo Dasawulan-red) bahwa dugaan korupsi yang dilaporkan oleh LSM KAMPUD mengarah pada penggunaan anggaran Covid-19, tahun anggaran 2020 dan sedang diteliti.

“Kejaksaan selaku pengawas anggaran Covid-19 akan serius dalam pengungkapan laporan atau pun perkara yang berkaitan dengan penggunaan anggaran covid-19”, ujarnya. (Red)

Berita ini 25 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Minggu Bersih, Babinsa Tegalharjo Bersama Warga Laksanakan Kerja Bhakti

DAERAH

Satlantas Polres Tulang Bawang Sukses Bedah Rumah Warga, AKBP Hujra: Implementasi Jiwaku Penolong

DAERAH

Wujud Nyata Peduli Warga, Babinsa Keprabon Dampingi Posbindu

Bandar Lampung

Anggota Koramil 410-01/Panjang Bersama Para Santri Laksanakan Shalat dan Do’a Bersama

DAERAH

Tanggal Merah, Babinsa Keprabon Gelar Aksi Bagi-bagi Masker Gratis Di Wilayah

DAERAH

ABAIKAN PUTUSAN MA, PT. (EHS) PENGELOLA HOTEL LE EMINENCE PAKSAKAN TETAP JADI OPERATOR HOTEL LE EMINENCE

DAERAH

Jaga Kondisi Kesehatan Warganya, Babinsa Gandekan Laksanakan Pendampingan Posbindu

DAERAH

Penyaluran Dana BLT DD Tiyuh Penumangan Baru Tahap ke Delapan