Home / DAERAH / Lampung Barat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Parosil Mabsus Dorong Hilirisasi Literasi Senjata Keluar dari Kemiskinan

Lambar : jarilampung.com— Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan literasi adalah kunci untuk mengentaskan kemiskinan. Hal itu disampaikan saat membuka Festival Literasi 2026 di pelataran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Selasa, (20/10).

Parosil menyebut literasi bukan sekadar aktivitas membaca buku, melainkan fondasi yang mengubah persoalan menjadi harapan.”Literasi itu membuka wawasan, membuka cakrawala, jendela dunia. Semua muaranya itu literasi. Kalau produktif, dia bisa menyelesaikan semua persoalan,” tegas Parosil.

Menurutnya, kecerdasan dari literasi akan menjadi jalan keluar dari kemiskinan. Karena itu ia meminta program literasi tidak dibebankan ke satu perangkat daerah saja, melainkan dikerjakan secara kolaboratif.

“Membaca itu melahirkan kreativitas. Hari ini kita bicara hilirisasi, merubah bentuk dan merubah rasa,” katanya.

Baca Juga :  Door To Door, Babinsa Koramil Bulukerto Dampingi Tim Vaksinasi Lansia di Desa Binaan

Ia juga meminta pegiat literasi menjaga agar gerakan ini tetap eksis. Baginya, literasi adalah investasi harapan dan masa depan Lampung Barat.

Festival tahun ini berbeda. Di tengah maraknya pinjaman online dan investasi bodong, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggandeng OJK Provinsi Lampung mendirikan pojok literasi keuangan.

Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Lampung, Ety Elyati, mengatakan pihaknya hadir lewat Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau Gencarkan. Fokusnya adalah mengajarkan masyarakat prinsip 2L, yakni Legal dan Logis.

Baca Juga :  Kemendagri Melakukan Evaluasi Kinerja Triwulan l PJ.Bupati Lambar

“Legal artinya memastikan produk keuangan terdaftar dan diawasi OJK. Logis artinya tidak tergiur keuntungan yang tidak masuk akal. Harapannya masyarakat bisa Kenali, Cegah, dan Lapor jika menemukan aktivitas keuangan ilegal, investasi bodong, maupun pinjaman online ilegal,” ujar Ety.

Sebelumnya, kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Barat, Dahlin, mengatakan festival 2026 yang didukung Perpustakaan Nasional ini dirancang agar masyarakat mudah mengakses informasi.

Kerja sama dengan OJK menjadi krusial karena digitalisasi membuat informasi keuangan sangat cepat menyebar, namun juga rawan penipuan. “Tujuannya supaya keuangan masyarakat bisa terkelola dan terhindar dari penipuan,” tutup Dahlin.(*)

Berita ini 0 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Program Desa HELAU Kian Mengakar, Warga Kini Rasakan Perubahan Nyata

DAERAH

Mengenal Pikboltz Crypto Trader dan Travel Content Creator asal Cilegon

DAERAH

Profil Achmad Leo Videografer dan Fotografer Asal Jawa Tengah

Bandar Lampung

Koramil 410-05/TKP Bersama Masyarakat Bersihkan Selokan Antisipasi Bencana Banjir

DAERAH

Jelang Ajang Balap Motor di Tubaba Kapolres Pimpin Rakor Pemantapan Tubaba Drag Bike Championship 2025

DAERAH

OPS SIKAT KRAKATAU 2024: SAT RESKRIM POLRES TUBABA TANGKAP DUA PELAKU PENCURIAN

DAERAH

Polres Tubaba dan Polsek Jajaran Bagikan Masker Gratis Untuk Warga, Lindungi Masyarakat Dari Abu Vulkanik

DAERAH

Bantuan Kemanusiaan Untuk Negeri, Polres Tulang Bawang Barat kembali Bagikan Sembako Melalui SatBinmas