Tubaba : jarilampung.com–
Respons cepat Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) dalam menanggapi laporan dugaan kekerasan terhadap seorang siswa di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Mutaqin, Tiyuh Penumangan Baru, mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Sejumlah anggota kepolisian, bahkan hingga perwira, mendatangi lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Rabu (20-08-2025)
Kehadiran tim kepolisian yang terdiri dari Bhabinkamtibmas dan Sat Intel ini merupakan tindak lanjut langsung dari laporan masyarakat yang diterima oleh Kapolres Tubaba, AKBP Sendi Antoni, S.I.K. Langkah sigap ini menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam menindaklanjuti kasus yang melibatkan anak di bawah umur.
Kasus ini mencuat setelah seorang siswa kelas IX berinisial AZ diduga menjadi korban tindak kekerasan. Pelaku kekerasan tersebut diketahui adalah seorang guru olahraga bernama Ngadino. Masyarakat yang melihat kehadiran Polisi berseragam dinas di lingkungan pondok pesantren tersebut mengaku lega dan memberikan acungan jempol atas respons cepat ini, Bahkan salah satu warga mendapati adanya kehadiran Perwira Polisi.
Kedatangan polisi ke lokasi bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga menumbuhkan kembali rasa percaya masyarakat terhadap penegakan hukum, khususnya di bulan kemerdekaan ini. Tindakan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa keadilan dan perlindungan hukum akan selalu berpihak pada rakyat kecil, tanpa memandang status.
“Akankah keadilan dan penegakan hukum di bulan kemerdekaan ini berpihak pada rakyat kecil?” Pertanyaan ini kini berada di tangan pihak kepolisian. Masyarakat menantikan kabar selanjutnya terkait proses hukum yang akan berjalan, apakah pelaku akan mendapatkan sanksi tegas sesuai perbuatannya, dan korban mendapatkan keadilan yang layak. (*)







