Home / DAERAH / TUBABA

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Proyek Rp 356 Juta Tanpa Nahkoda! Revitalisasi TK Putra Mandiri Tubaba Ditinggal Ketua P2SP, Pengawas dan Kepala Tukang Gaib

Tubaba: jarilampung.com–– Dugaan pembiaran program revitalisasi pendidikan kembali terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kali ini giliran proyek revitalisasi *TK Putra Mandiri, Tiyuh Toto Mulyo, Kecamatan Gunung Terang, Tahun Anggaran 2026 senilai Rp 356.131.000,00* yang menjadi sorotan.

Sebelumnya di SDN 21 Tulang Bawang Udik masalahnya ada pada material bekas dan pengawas tanpa SKK, di TK Putra Mandiri masalahnya lebih parah: *proyek berjalan tanpa pengendali.(13/10/2026).

Berdasarkan pantauan langsung tim investigasi *jarilampung.com* di lokasi kegiatan, tidak satu pun penanggung jawab utama proyek terlihat di lapangan.

Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) berinisial *Toha*, Kepala Tukang berinisial *Darno*, dan Pengawas lapangan, *tidak berada di lokasi* saat pekerjaan berlangsung.

Kondisi hal tersebut, ini menimbulkan tanda tanya besar. Program revitalisasi dengan skema *Swakelola Tipe 1* ini seharusnya dikerjakan secara gotong royong dan diawasi ketat oleh P2SP.

Sesuai Juknis Kemendikdasmen, Ketua P2SP wajib ada di lokasi untuk memastikan pekerjaan sesuai RAB, RKS, dan spesifikasi teknis. Kepala Tukang dan Pengawas adalah kunci untuk menjamin mutu dan keselamatan kerja.

Baca Juga :  Kodim 0410 KBL Kembali Raih Penghargaan Peringkat Satu IKPA Terbaik

“Kalau Ketua P2SP, kepala tukang, dan pengawas saja tidak ada di lokasi, lalu siapa yang mengawasi tukang? Siapa yang menjamin semen tidak dikurangi, besi tidak dikurangi? Ini namanya proyek siluman,” ujar salah satu warga Toto Mulyo yang enggan disebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi*Kepsek Suparmi membenarkan ketua P2SP, dan kepala tukang serta pengawas tidak ada di tempat.

“Ketua p2sp pak Toha hari ini gak kerja karena ada kegiatan keluarga dia sudah WhatsApp saya, dan kepala tukangnya juga gak kerja karena tetangganya ada hajatan, sedangkan pengawasnya memang gak datang, cuma hari-hari tertentu saja, kan bukan di sini aja yang diawasi nya. Terkait BPJS ketenagakerjaan, SKK kepala tukang dan K3 saya tidak tahu dan pihak Dinas Pendidikan gak ada perintah terkait hal tersebut, begitu juga pemerintah pusat,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Kab Tubaba Berikan Santunan Kepada Anak Yatim Piatu

Revitalisasi TK Putra Mandiri ini berada di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah *Suparmi*. Saat dikonfirmasi terkait absennya seluruh penanggung jawab lapangan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi.

Praktik proyek tanpa pengawasan ini jelas melanggar prinsip akuntabilitas Swakelola. Anggaran ratusan juta rupiah dari APBN yang seharusnya untuk meningkatkan kualitas PAUD, justru dikerjakan tanpa standar pengawasan yang jelas.

Ancaman Kualitas dan Keselamatan tanpa kehadiran pengawas bersertifikat dan kepala tukang, kualitas bangunan menjadi taruhan. Publik khawatir, bangunan yang seharusnya untuk anak-anak usia dini ini justru menjadi bangunan yang tidak layak dan rawan.

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba.

Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak TK Putra Mandiri, Ketua P2SP Toha, maupun pihak terkait lainnya.
(S)

Berita ini 0 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Wabub Lampura Hadiri Kegiatan Haornas ke 40 Tahun 2023

DAERAH

PJ.Bupati Lambar Dapat Penghargaan dari Gubernur Lampung

DAERAH

Puncak Acara Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan Lambar ke -23

DAERAH

Danrem 074/Warastratama Letakkan Batu Pertama di Lokasi TMMD Reg 113 Kodim 0723/Klaten

DAERAH

Polsek Tulang Bawang Tengah Berikan Sosialisasi dan Pemasangan Spanduk Larangan Setrum dan Racun Ikan

DAERAH

Sigap..!! Babinsa Bersama Linmas Bantu Warga Yang Mengalami Musibah

Bandar Lampung

Gagalnya Proyek Drainase Diduga Karena Tak Sesuai Bestek, Masyarakat Minta Perbaikan Total

DAERAH

Dukung Swasembada Pangan, Bupati Parosil Salurkan Bantuan Alat Pertanian Untuk Kelompok Tani di BNS