Home / DAERAH / Tanggamus

Senin, 11 Mei 2026 - 17:29 WIB

Warga Meminta Pembangunan KDMP Pekon Kandang Besi Dihentikan Dan Minta Bupati Tanggamus Copot Camat ZULYADI ‎

TANGGAMUS, LAMPUNG– Ratusan warga Pekon Negara Batin Gruduk kantor Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus.
Terkait  pembangunan gedung KDMP Pekon Kandang Besi yang disinyalir dibangun di atas lahan aset kantor kecamatan hasil patungan masyarakat khususnya warga Pekon Negara Batin. Aksi warga berlangsung panas. Mereka menuntut kejelasan dari pemerintah Kabupaten Tanggamus, mengenai status lahan yang saat ini sedang berlangsungnya  pembangunan gedung KDMP di Pekon Kandang Besi. Warga berharap agar pemerintah Daerah kabupaten Tanggamus segera turun tangan menyelesaikan hal tersebut.

‎Salah satu warga pekon Negara Batin inisial (IT) saat dikonfirmasi Awak media ini  Senin 11 MEI 2026 mengatakan bahwa lahan yang berada tepat di depan kantor Camat Kota Agung barat, yang saat ini tengah proses pembangunan gedung koprasi desa merah putih (KDMP), menurutnya lahan kantor Kecamatan Kotaagung Barat pada masa kepemimpinan Bupati Fauzan Sa’i.

‎“Lahan tersebut hasil iyuran Masyarakat Negara Batin, dan dari dahulu memang diperuntukan, lahan kantor kecamatan Kota agung barat. Namun berdasarkan peta wilayah tahun 2005, lokasi pembangunan gedung KDMP disebut masuk wilayah administratif Pekon Kandang Besi. Meski demikian, warga menegaskan asal-usul lahan tetap berasal dari Masyarakat Marga Negara Batin. Bukan aset Pekon Kandang Besi,” ucapnya.

Baca Juga :  Polres Tubaba Tingkatkan Kebugaran melalui Olahraga Pagi Bersama untuk Mendapatkan Tubuh yang Sehat

Ditengah memanasnya polemik, Kepala Pekon Kandang Besi dikabarkan telah membuat surat pernyataan yang menyebut aset di lokasi pembangunan KDMP bukan merupakan aset Pekon Kandang Besi, melainkan aset masyarakat Negara Batin yang telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus.

‎pembangunan gedung KDMP Pekon Kandang Besi untuk sementara dihentikan. Warga Negara Batin dalam aksi tersebut menyampaikan tiga tuntutan utama. (1) meminta agar tanah Marga Negara Batin dikembalikan ke induknya (2) tidak dimasukkan sebagai aset Pekon Kandang Besi, (3) meminta pembangunan dihentikan sementara sampai seluruh dokumen dan surat pernyataan dinyatakan jelas.


‎Poin Kedua, masyarakat meminta Bupati Tanggamus, Segera Copot Camat Kota Agung Barat, Zulyadi, karena dinilai sukar ditemui dan terkesan menutup komunikasi dengan masyarakat dan tidak menghargai adat marga Pekon Negara Batin.


‎Poin Ketiga, masyarakat mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak diindahkan pemerintah daerah. Hal tersebut dikhawatirkan memicu konflik berkepanjangan antar warga maupun antar pekon apabila pemerintah daerah tidak segera menuntaskan persoalan administrasi dan legalitas aset yang dipersoalkan masyarakat. (TOMI)

Berita ini 163 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Koperasi Merah Putih Tiyuh Penumangan Telah Terbentuk

DAERAH

Jaga Diri Saling Peduli, Covid-19 Belum Pergi, Babinsa Joyosuran Bagikan Masker Gratis

DAERAH

DPRD Tubaba Rapat Paripurna Tandatangani Kesepakatan Perubahan KUA PPAS APBD 2023

DAERAH

Polres Tubaba Gelar Donor Darah Serentak dalam Rangka HUT Humas Polri ke-74

DAERAH

Satres Narkoba Polres Tulang Bawang Barat Amankan Oknum PNS Penyalahgunaan Narkotika

DAERAH

Rangkaian Acara Pisah Sambut Kapolres Tulang Bawang Barat Berlangsung Khidmat dan Haru

DAERAH

Buronan Kasus Pembunuhan Berencana Dilumpuhkan Tekab 308 Polres Kab Tulang Bawang

DAERAH

Mengenal Sosok Lord Barok Content Creator asal Bandung