Home / DAERAH / Lampung Selatan

Selasa, 9 September 2025 - 20:39 WIB

Zita Anjani Jajal Wisata Paralayang Batu Alif, Potensi Baru Pariwisata Lampung Selatan

LAMSEL: jarilampung.com-–
Udara sejuk di perbukitan Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, menjadi Saksi pengalaman berharga Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, saat menjajal wisata paralayang di destinasi Batu Alif Paragliding Site, Selasa (9/9/2025).

Dengan semangat penuh, Zita terbang dari ketinggian 320 meter di atas permukaan laut bersama instruktur pilot sekaligus berlisensi, Deon. Dari udara, ia menikmati panorama spektakuler yang membentang hingga Tanjung Tua, ujung Pulau Sumatera.

“Pemandangannya indah sekali dari atas, luar biasa, dengan suguhan panorama hingga ujung Pulau Sumatera. Terima kasih kepada komunitas paralayang yang sudah mendampingi,” ujar Zita sesaat setelah mendarat dengan selamat.

 

Tak hanya merasakan sensasi terbang, Zita juga menyempatkan diri menelusuri Pantai Minang Rua dan melanjutkan kunjungan ke kawasan Lummay, yang juga menjadi bagian dari paket wisata di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha Pemkab Lampung Utara Lakukan Vaksinasi PMK

Menurut Zita, Situs Paralayang Batu Alif memiliki potensi besar untuk menjadi magnet wisata baru Lampung Selatan. Namun pengelola Komunitas Paralayang Lampung Club (PLC) mengungkapkan masih ada sejumlah kendala, mulai dari akses jalan hingga ketersediaan air dan listrik.

“Untuk jalan, kami mengetahui sendiri kondisinya seperti apa. Kami juga pernah menggali sumur hingga kedalaman 60 meter, namun belum berhasil mengalir ke atas. Infrastruktur memang masih sangat membutuhkan dukungan, dan kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” ungkap salah satu perwakilan komunitas PLC.

 

Dari Nol Hingga Jadi Ikon Baru

Komunitas menuturkan perjalanan menemukan lokasi ini tidaklah mudah. Diperlukan waktu mencari titik tertinggi, berkoordinasi dengan warga, hingga akhirnya menjadikan Batu Alif sebagai spot paralayang terbuka pertama untuk umum di Lampung.

Baca Juga :  Ketua TP-PKK Tubaba Hadiri Kegiatan Optimalisasi PHBS

Saat ini, dua warga Kayu Tabu telah mengebor terbang, sementara total ada sekitar 12 pilot aktif, tiga di antaranya perempuan. Bahkan, komunitas juga membuka kursus paralayang berlisensi dengan biaya Rp12 juta per orang untuk program intensif selama 2–3 minggu.

“Kami ingin olahraga paralayang ini dikenal luas di Lampung, bukan hanya untuk penggiat olahraga, tapi juga wisata. Harapan kami, Batu Alif Paragliding bisa menjadi ikon baru, dan Pemkab bisa memberi dukungan agar Lampung Selatan lebih maju ke depan,” tambah anggota komunitas PLC.

Dengan dukungan berbagai pihak, Situs Paralayang Batu Alif diyakini dapat menjadi wajah baru pariwisata Lampung Selatan, menggabungkan keindahan alam, olahraga ekstrem, dan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. (S)

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Peringati HUT Persit Kartika Chandra Kirana Ke-76, Persit KCK Cabang XXX Dim 0410/KBL Berbagi Sembako Untuk Panti Asuhan Al Husna

DAERAH

Ratusan Komando Angkatan 70 Kita, Serbu Pantai Permisan Nusakambangan

DAERAH

Bupati Kab Tubaba Hadiri HUT Kecamatan Tulang Bawang Udik Ke- 50

DAERAH

Pos Yan Unit 2 Gelar Kegiatan Berbagi Kepada Sesama

DAERAH

Polisi Tangkap Terduga pemakai Sabu di Tiyuh Margo Mulyo

DAERAH

Ini Harapan Serda Mintoyo Pada Warga Penerima BLT-DD

DAERAH

Puan Mengimbau Agar Semua Pihak Tetap Waspadai Kemungkinan Penularan Covid-19

DAERAH

Pemkab Lambar Menggelar Hiburan Tradisional Meriahkan HUT Ke- 32 Tahun 2023