Home / DAERAH / Jakarta

Rabu, 6 September 2023 - 17:39 WIB

Wartawan dan Perusahaan Media Siber Tidak Bisa Dijerat UU ITE

JAKARTA : jarilampung.com– Perusahaan pers media massa siber yang bekerja berdasarkan Undang-undang No.40 Tahun 1999 tidak bisa dijerat Undang-undang (Informasi dan Transaksi Elektronik) ITE.

Hal itu berdasarkan adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Komunikasi, Jaksa Agung dengan Kapolri.

Ditambah lagi, dengan implementasi pedoman pasal-pasal tertentu, dalam Undang-undang ITE melegalkan kalangan perusahaan media siber di tanah air.

Pernyataan itu, disampaikan oleh Dewan Pakar Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Lilik Adi Goenawan.SAg dalam keterangan tertulisnya pada media jaringan FPII di seluruh Indonesia,Rabu (6/8/2023).

“SKB UU ITE itu, ibaratkan angin segar yang mempertegas posisi hukum karya jurnalistik diterbitkan media massa berbasis internet,” tegasnya.

Lilik Adi Goenawan membeberkan kebijakan ini adalah literasi yang berharga, sehingga publik harus bisa membedakan produk pers dan bukan produk pers (media sosial) yang seakan, akan menjelma menjadi mainstream.

Baca Juga :  Selain Patroli Keamanan, Ini Yang Dilakukan Personil Koramil 16/Jatiroto

“Pasal 27 ayat 3 tersebut berbunyi untuk pemberitaan di internet yang dilakukan institusi pers, yang merupakan kerja jurnalistik sebagaimana UU Pers No 40/1999 diberlakukan lex spesialis, tidak bisa dijerat UU ITE,”imbuhnya.

” Ada hal penting yang harus diperhatikan oleh wartawan. Jika dirinya bertindak diluar ranah jurnalistik, maka akan menjadi tanggungjawab individu.” jelas Lilik Adi Goenawan.

“Jadi, untuk kasus terkait sengketa pers khususnya perusahaan media yang tergabung di Forum Pers Independent Indonesia (FPII) perlu melibatkan Dewan Pers Independen (DPI). Tetapi jika wartawan secara pribadi mengunggah tulisan pribadinya di media sosial atau internet, maka akan berlaku UU ITE termasuk Pasal 27 ayat 3,” sambungnya.

Baca Juga :  Polres Tulang Bawang Barat Amankan Pelaku Pencabulan Dibawah Umur

FPII sebagai wadah organisasi perusahaan media yang menjadi konstituen Dewan Pers Independen (DPI) sangat mengapresiasi dengan penerbitan buku saku pedoman penerapan UU ITE itu.

“Kami sangat mengapresiasi SKB tersebut. Karena itu jaminan dan kepastiam hukum bagi insan pers di platform digital atau siber,” imbuh Lilik Adi Goenawan.

“Kami tetap mendorong perusahaan pers untuk mendorong menyajikan berita positif dan jauh dari berita bohong.” ungkap Pengawas Dewan Pers Independen (DPI) Lilik Adi Goenawan.

“Berita yang disajikan harus tetap berimbang dan tidak keluar dari Undang-undang pers dan tidak memuat berita bohong,” pungkasnya. (Tim/Red)

*Sumber: Presidium FPII*

Berita ini 23 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Polres Tulang Bawang Barat Gelar Patroli Black Out Akibat Pemadaman Listrik

DAERAH

Mengenal Bagus Dicky Saputro Content Creator Asal Temanggung

DAERAH

Diduga Ketua Kapoktan Tilep Pupuk Bersubsidi

DAERAH

Gubernur Lampung Nikmati Olahan UMKM Lambar

DAERAH

Hadiri Musrenbang Kecamatan, Ketua PLB Usulkan Pusat Oleh-oleh, Ini Tanggapan Pj. Bupati Lambar

DAERAH

Polsek Lambu Kibang Gelar Gaktibplin, Lakukan Pemeriksaan HP Personel

DAERAH

Jajaran Pemkab Lambar Menggelar Rakor POP Triwulan ll Tingkat Kabupaten

DAERAH

Bentuk Jiwa Kepemimpinan, Calon OSIS Baru Diberikan Pembekalan Oleh Babinsa Slogohimo