Home / DAERAH / TUBABA

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 19:04 WIB

Desa Bumi Restu Rayakan HUT Ke – 55, Wabup Syaiful : Generasi Muda Jangan Lupa Budaya

LAMSEL: jarilampung.com––
Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, merayakan hari jadinya yang ke-55 dengan nuansa budaya yang kental. Peringatan yang digelar di Balai Desa Bumi Restu, Dusun Way Buha RT 021/RW 006, pada Kamis malam (21/8/2025) itu, dihadiri langsung Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar.

Acara semakin meriah dengan pagelaran Wayang Kulit bertema Wayang Wahyu Triangga oleh dalang Ki Kunto Guritno, S.Sn. Kehadiran seni tradisi itu disambut antusias warga, yang tumpah ruah menyaksikan pertunjukan hingga larut malam.

Dalam sambutannya, Wabup Syaiful menyampaikan selamat ulang tahun kepada seluruh warga. Ia menyebut, usia 55 tahun adalah perjalanan panjang dalam membangun jati diri desa, memperkuat solidaritas, sekaligus menjaga budaya leluhur.

Baca Juga :  Polres Tubaba Gelar Lat Pra Jelang Ops Zebra Krakatau 2022

“Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi warisan nilai. Nilai kejujuran, keadilan, keberanian, bahkan kepemimpinan. Di tengah derasnya arus digital, kita hadir untuk meneguhkan identitas dan merawat budaya,” kata Wabup Syaiful.

Ia menegaskan, pelestarian seni tradisi selaras dengan misi pembangunan kebudayaan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Wayang kulit sendiri telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia, sehingga perlu terus diperkenalkan pada generasi muda.

“Hari ini anak-anak kita lebih mengenal tokoh game dibanding tokoh Mahabharata. Itu bukan salah mereka, melainkan tanggung jawab kita. Acara seperti ini adalah edukasi publik yang menyenangkan, menghibur, sekaligus sarat makna,” ujarnya.

Baca Juga :  PJ.Bupati Lambar Mengikuti Lomba Membuat Nasi Goreng Meriahkan HUT ke -32

Menutup sambutannya, Wabup Syaiful memberikan apresiasi kepada dalang Ki Kunto Guritno yang dinilainya berperan besar dalam melestarikan seni pedalangan di Lampung.

“Beliau sosok penting yang mendedikasikan diri menjaga tradisi. Mari kita nikmati pagelaran ini bukan hanya dengan mata, tetapi dengan hati. Dari sanalah kita belajar menjadi manusia yang utuh, yang tahu asal-usul dan yakin pada masa depannya,” tutupnya.

Malam itu, wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga akar budaya di tengah derasnya modernisasi. (S)

Berita ini 27 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Pemkab Lambar Berikan Kado Istimewa Kepada Lapisan Masyarakat Dalam Peringati HKN ke 59

DAERAH

Dirjen Keuangan Daerah: Bapenda dan Samsat Perlu Maksimalkan Pengeloaan Potensi Pajak Kendaraan Bermotor

DAERAH

Polres Tubaba Laksanakan Rakor Lintas Sektoral Jelang Pilkati Serentak Tahun 2026

DAERAH

PT Utama Semesta Fasa dan PT Focus Inter Media Sepakati Kerja Sama Pengembangan SDM dan Sertifikasi Kompetensi

DAERAH

Bupati Tubaba Apresiasi Pengamanan Polres Tubaba dalam Pilkati Serentak 2026

DAERAH

Pemkab Lambar Menggelar Rapat Persiapan Peringatan HUT ke 32

DAERAH

Babinsa Kepatihan Wetan Laksanakan Pendampingan Penyaluran BLT Dana Subsidi BBM

DAERAH

Polres Tubaba Bersama Forkopimda Pantau Stabilitas Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Natal/Tahun Baru