Home / Bandar Lampung / DAERAH

Kamis, 11 September 2025 - 20:41 WIB

Koramil 410-01/Panjang Menggelar Gerakan Pangan Murah

BANDAR LAMPUNG : jarilampung.com-–
Bukan sekadar tugas administratif. Bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 410-01/Panjang, menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah panggilan jiwa. Hal itu terpancar jelas dalam kegiatan penyaluran 1.000 kilogram beras SPHP di Gang Rewok, Kampung Kecapi Bawah, Kelurahan Campang Jaya, Kamis (11/9/2025).

Yang paling berkesan, bukan hanya angka 1 ton beras yang ludes terjual, tetapi cara para Babinsa menjalankannya. Mereka tidak hanya berjaga di belakang meja, tetapi turun langsung, bersentuhan, dan bercengkrama dengan warga. Dengan seragam yang kerap terkena cipratan lumpur gang sempit, mereka memikul karung beras, membantu ibu-ibu menimbang, dan menyapa para orang tua dengan santun.

Baca Juga :  Bupati Lampung Barat Terima Kunjungan Tim Setmil Pres

“Ini bukan soal menjual, tapi tentang memastikan tidak ada satu keluarga pun yang kesulitan beras di wilayah binaan kami. Kami kenal setiap kepala keluarganya, kami tahu kondisi ekonominya,” ujar Mayor Inf Henry Gautama, Danramil yang memimpin langsung kegiatan, dengan nada penuh keyakinan.

Kedekatan emosional yang dibangun bertahun-tahun oleh para Babinsa menjadi faktor penentu. Mereka tahu persis kepada siapa beras ini harus diprioritaskan. Kehadiran mereka adalah sebuah rekognisi, bukan sekadar distribusi. Mereka mendengarkan keluh kesah warga tentang harga sembako sambil terus memastikan program pemerintah ini benar-benar menjadi solusi.

Baca Juga :  8,163 Ton Hasil Panen Raya Kolam Islamik Center

Sinergi yang terbentuk dengan pemuda (Grib Jaya), linmas, dan unsur lainnya juga tidak terjadi begitu saja. Itu adalah buah dari kredibilitas dan kepercayaan (trust) yang telah ditanamkan Babinsa selama ini dalam membina desa.

“Keberhasilan angka 1 ton ini hanyalah hasil akhir. Prosesnya adalah pelayanan tulus yang dijalankan dengan hati oleh setiap personel kami. Itulah yang paling berkesan dan ingin kami pertahankan,” pungkas Henry.

Kegiatan ini kembali mengukuhkan peran sentral Babinsa bukan sebagai simbol kekuatan, melainkan sebagai jembatan pengayom yang menghubungkan pemerintah dengan rakyatnya, dengan cara yang paling manusiawi: kehadiran, percakapan, dan bantuan yang tulus.(*)

Berita ini 19 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Warga Tiyuh Mulya Kencana Menyampaikan Keluhannya ke DPRD

DAERAH

Pj. Bupati Nukman Gandeng DPR RI Komisi V Mukhlis Atasi Keluh Kesah Masyarakat Lampung Barat

DAERAH

DPRD Kab Tubaba Kembali Tinjau Lokasi Pembangunan Prestashop

DAERAH

POLRES TUBABA GELAR VAKSINASI BOOSTER 1&2 UNTUK SELURUH ANGGOTA

DAERAH

Polres Tubaba Ungkap Pelaku Sumpah Palsu dan Keterangan Palsu Terkait Laporan Dugaan Tindak Pidana Curas

DAERAH

Ziarah ke Makam Bung Karno, Farah Ajak Generasi Muda Tak Melupakan Sejarah

DAERAH

Rangkaian Acara Pisah Sambut Kapolres Tulang Bawang Barat Berlangsung Khidmat dan Haru

DAERAH

Launching Program TubabaQ Berdaya, Bupati Tubaba: Ciptakan Pelaku UMKM yang Berdaya dan Mandiri