Home / DAERAH / Lampung Selatan

Jumat, 7 November 2025 - 06:51 WIB

6 Ton per Hektare! Bupati Egi Apresiasi Panen Perdana Padi Biosalin di Lahan Bekas Tambak Sragi

LAMSEL: jarilampung.com—- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengapresiasi inisiatif para petani di Kecamatan Sragi yang berhasil mengubah lahan bekas tambak tidak produktif selama hampir lima tahun menjadi areal persawahan produktif.

Hasilnya, padi varietas biosalin atau padi tahan air payau (Bio Saline Rice) yang ditanam mampu menghasilkan produktivitas hingga 6 ton per hektare.

Apresiasi itu disampaikan Bupati Egi saat menghadiri Panen Raya Perdana Padi Varietas Biosalin di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BPH Yayasan Batutta Bangun Negeri Universitas Indonesia Mandiri Toto Priyana, perwakilan Forkopimda, Kepala Cabang Bulog Lampung Selatan, Ketua Karang Taruna, Dekopinda, serta sejumlah pejabat perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menilai keberhasilan petani Sragi merupakan contoh nyata inovasi dari masyarakat yang lahir tanpa menunggu kebijakan pemerintah.

Baca Juga :  Pencapaian Rencana Strategis SMSI Dicatat MURI

Ia menegaskan bahwa upaya ini sejalan dengan komitmen daerah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

“Ini panen perdana dari lahan yang lama tak produktif. Berkat semangat Kang Jalu dan para petani, biosalin bisa tumbuh subur dengan hasil bagus. Ini contoh nyata bagaimana masyarakat bisa berinovasi dari bawah,” ujar Bupati.

 

Egi berharap panen perdana ini menjadi langkah awal pengembangan model pertanian biosalin di wilayah pesisir Lampung Selatan. Ia mendorong agar lahan pertanian dapat diperluas dari dua hektare saat ini menjadi lebih luas ke depan.

“Wilayah kita 70 persen adalah lahan pertanian dan pesisir. Inovasi seperti ini sangat relevan dan perlu kesinambungan,” tegasnya.

Sementara itu, Kang Jalu, penggagas padi biosalin, menyampaikan bahwa pengembangan biosalin dilakukan di dua lokasi, yakni Ketapang dan Bandar Agung. Meski uji coba di Ketapang gagal panen karena banjir, hasil di Bandar Agung dinilai sangat berhasil. Ia pun berharap dukungan pemerintah daerah untuk memperluas areal tanam.

Baca Juga :  Gelar Upacara Hari Senin, Danramil 20/Kismantoro Jabat Irup

“Kami butuh alat berat seperti ekskavator agar lahan bisa ditata lebih baik. Ini program yang penting bagi ketahanan pangan daerah,” ujar Jalu.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Egi langsung menginstruksikan penyusunan master plan dan tahapan pengembangan biosalin secara berkelanjutan. Pemerintah daerah, katanya, siap memberikan dukungan, termasuk bantuan alat dan bibit.

“Siapkan perencanaannya. Ekskavator dan bibit akan kami bantu. Pemerintah siap menjadikan ini pilot project pertanian pesisir,” tandasnya

Dengan keberhasilan panen perdana biosalin ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan optimistis inovasi pertanian pesisir akan terus berkembang dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. (S)

 

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Babinsa Peltu Usep Bersama Bhabinkamtibmas Monitoring Pemakaman Jenazah Oleh Satgas Covid 19

DAERAH

Kapten Arh Hadi Santoso : Percepatan Capaian Vaksinasi Booster, Anggota Koramil 11/Manyaran Aktif Berikan Pendampingan

DAERAH

Wabub Lampura Hadiri Malam Puncak HUT Kemerdekaan RI ke-78 di Desa Mulang Maya

Bandar Lampung

Sebatangkara !! Empat Tahun Tinggal Di Kandang Kambing, Babinsa : Mudah-mudahan Ada Dermawan Yang Bantu Pak Suwito

DAERAH

Pj. Bupati Nukman Lantik Empat Pejabat Eselon II Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat

DAERAH

Satlantas Polres Tubaba Lakukan Giat KRYD Patroli Hunting, Ini Sasarannya

DAERAH

Pemkab Audiensi Bersama Ketua Pramuka Kwarcab Lampung Utara

DAERAH

Peran Aktif Babinsa Kayuloko Ikut Serta Dalam Pengendalian PTM Dan Pencegahan Stunting di Wilayah Binaan