Home / DAERAH / Nasional

Senin, 6 Juli 2026 - 10:25 WIB

Kawasan Hutan Lindung “Disulap” Jadi Kebun Kelapa Sawit, Kepala Desa Sungai Daun Diduga Terlibat

Riau: jarilampung.com– –
Dugaan perambahan hutan dan penguasaan lahan ilegal di Kepenghuluan (Desa) Sungai Daun, Kecamatan, Pasir Limau Kapas, Kab. Rohil, Riau, diduga melibatkan Oknum Kepala Desa.

Hal tersebut disampaikan Ketua Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamatan Aset Negara (Gakorpan) DPD Prov. Riau, Rahmad Panggabean, kepada Awak Media, usai melakukan investigasi di Desa Sungai Daun, Jumat (03/07/2026).

Diungkapkan Rahmad, salah satu kebun kelapa sawit yang investigasinya dan Tim adalah milik seseorang yang sering disapa Awi (Aw).

Dikatakan Rahmad, informasi yang diterimanya dari masyarakat, ada kurang lebih 200 Ha lahan kawasan hutan yang dikuasai Aw dan telah ditanam pohon kelapa sawit, membangun rumah-rumah untuk pekerjanya.

“Luar biasa, ada lebih kurang 200 Ha lahan yang diduga kawasan hutan lindung yang dikuasai Aw dan telah ditanami pohon kelapa sawit, membangun rumah-rumah untuk pekerja. Disamping itu, juga membangun pos penjagaan. Ini sudah seperti Perusahaan,” kata Rahmad.

Baca Juga :  Polres Tulang Bawang Barat Gandeng Baznas Tubaba Berikan Santunan Anak Yatim

Diungkapkannya, tidak satu pun plang yang terpampang menunjukkan bukti bahwa kebun kelapa sawit milik Aw telah memiliki legalitas yang sah. Hal ini berpotensi merugikan negara akibat tidak adanya pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), atau kompensasi tanah pengganti dari lahan yang dikelola secara ilegal.

Rahmad menduga, bahwa leluasanya Aw menanam kelapa sawit di kawasan hutan lindung tidak terlepas dari keterlibatan Oknum Kepala Desa Sungai Daun dengan mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT).

“Besar dugaan saya Oknum Kepala Desa terlihat dengan perambahan kawasan hutan lindung di wilayahnya dengan mengeluarkan SKT,” ujar Rahmad.

“Dari peta yang kita miliki, lahan yang dikelola oleh Aw berada di areal kawasan hutan lindung (zona hijau) dan zona pink (Hutan Produksi Konversi, HPK). Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini, Saya akan melaporkan secara resmi ke Kementerian Kehutanan,” pungkas Rahmad.

Baca Juga :  Bupati Egi Kawal Program Pasang Baru Listrik Gratis, Pastikan Warga Tak Tertinggal dari Daerah Lain

Dikonfirmasi melalui pesan chat WhatsApp pada Jumat (03/07/202), Wagino yang merupakan Humas Aw, hingga berita ini dimuat tak memberi jawaban. Hal yang sama juga dilakukan Kepala Desa Sungai Daun, Sudirman, beberapa pertanyaan yang dilontarkan pada Minggu (05/07/2026), belum dijawab.

Seperti diketahui, perambahan kawasan hutan tanpa izin merupakan tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dengan ancaman sanksi sebagai berikut:

Pasal 50 ayat (3) huruf a: Setiap orang dilarang mengerjakan, menggunakan, atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah.

Pasal 78 ayat (2) UU 41/1999: Pelanggaran tersebut dapat dikenai pidana penjara hingga 10 tahun dan denda maksimal Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah).

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juga melarang perusakan lingkungan, dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp. 15.000.000.000 (lima belas miliar rupiah). (Tim/Red)

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Tingkatkan Profesionalitas Personel, Danramil 410-04 TKT Gelar Jam Komandan

Bandar Lampung

46 Kepsek di Lampung Barat Tertipu, DPP KAMPUD Minta Polda Lampung Usut Dugaan Pungli Program Revitalisasi

DAERAH

Media Siber Daerah Rame-Rame Tolak “Berkah Presiden Jokowi” KPCPEN Kominfo.

DAERAH

Tim Gabungan Kepolisian Sosialisasi Pencegahan Karhutla Door to Door di Kayong Utara

DAERAH

Sambangi Warga, Bhabinkamtibmas Polsek Medan Bersama Team Tracer 3 Pilar

DAERAH

Pj Bupati Firsada Tinjau Lokasi Banjir Akibat Hujan Deras

Bandar Lampung

Kapolda Lampung Buka Pelatihan Bimbingan Teknis UU ITE Mengenai Kejahatan Digital

DAERAH

Keluarga Besar Diskominfo Lampura Beri Ucapan Selamat Kepada Asisten ll/ PLT Diskominfo Lampura