Home / DAERAH / Lampung Selatan

Selasa, 8 September 2026 - 18:29 WIB

Siaga Bencana Pesisir : BPBD Lampung Selatan Lakukan Uji Fungsi Sirine Tsunami dan Jalur Evakuasi

LAMSEL: jarilampung.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat sistem kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di kawasan pesisir guna memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Menindaklanjuti instruksi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama sejumlah pemangku kepentingan turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi tower sirene peringatan dini tsunami, jalur evakuasi, hingga titik kumpul masyarakat di kawasan rawan bencana.

Pengecekan dilakukan pada Selasa (8/9/2026) di Kecamatan Kalianda dan Rajabasa dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, TNI-Polri, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh perangkat pendukung evakuasi berada dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

“Untuk di Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda semua unsur terpenuhi. Destana (Desa Tangguh Bencana) ada, jalur evakuasinya ada, titik kumpulnya ada, tempat pengungsiannya ada, tower tsunami ada dan berfungsi dengan baik,” ujar Maturidi.

Baca Juga :  Polsek Tulang Bawang Tengah Lakukan Pengamanan Kegiatan Pengesahan Warga PSHT di Gedung PSHT Tiyuh Candra Mukti

Selain Kalianda, pengecekan juga difokuskan di Kecamatan Rajabasa yang meliputi Desa Banding, Desa Sukaraja, dan Desa Way Muli Induk.

Menurut Maturidi, Desa Banding dan Way Muli Induk telah memiliki seluruh komponen kesiapsiagaan yang diperlukan, mulai dari kepengurusan Destana, jalur evakuasi, titik kumpul, lokasi pengungsian, hingga tower peringatan dini tsunami yang berfungsi dengan baik.

Sementara itu, hasil pemeriksaan di Desa Sukaraja menemukan adanya kendala pada sistem tower peringatan dini tsunami yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Dari empat lokasi yang menjadi titik pengecekan hari ini, hanya di Sukaraja yang sedikit bermasalah. Tower-nya memang ada permasalahan. Jika dipantau dari kantor, dia berfungsi, tetapi di lokasi tidak berfungsi. Ini segera kita laporkan ke pusat,” kata Maturidi.

Baca Juga :  Serbuan Vaksinasi Covid 19 Koramil 410-05/TKP Menyasar Lingkungan Kampus STKIP Bandar Lampung

Ia menjelaskan, temuan tersebut justru menunjukkan pentingnya kegiatan pengecekan berkala agar setiap perangkat mitigasi dapat diketahui kondisi riilnya di lapangan dan segera diperbaiki apabila ditemukan kendala.

Menurutnya, keberadaan sirene peringatan dini, jalur evakuasi yang jelas, titik kumpul yang mudah dijangkau, serta kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko korban apabila terjadi bencana.

Melalui upaya tersebut, Pemkab Lampung Selatan terus memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di wilayah pesisir. Dengan optimalisasi sistem peringatan dini serta peningkatan kapasitas masyarakat, kesiapsiagaan daerah tidak berhenti pada pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau semata, tetapi juga memastikan seluruh perangkat evakuasi dan perlindungan warga dapat berfungsi secara maksimal ketika dibutuhkan. ( * )

Berita ini 17 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Pj Bupati Lambar Menyerahkan SK Kepada 335 PPPK

DAERAH

Tidak Usah Panik Belum Lulus Ujian Penerbitan SIM, Satlantas Akan Beri Bimbel Gratis

DAERAH

Masa Jabatan PJ. Bupati Lambar Diperpanjang

DAERAH

Babinsa Koramil 14/Jatisrono Terus Berikan Himbauan Protekes Kepada Warga

DAERAH

Momen Libur Tahun Baru 2026, Polres Tubaba Intensifkan Patroli Ke Tempat Wisata

DAERAH

Kapolsek Lambu Kibang Hadiri Sosialisasi Karhutla Mabes TNI, Perkuat Sinergi Pencegahan di Lambu Kibang

DAERAH

Polsek Gunung Agung Identifikasi Penyebab Tenggelamnya Dua Anak di Bendungan Tiyuh Tunas Jaya

Bandar Lampung

Dandim 0410/KBL Bersama Isteri Hadiri Undangan Pernikahan Putri ke Dua Sertu Suparmin