Tubaba: jarilampung.com–— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) Masdar menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Kelangkaan tersebut disebut berdampak pada meningkatnya harga Pertalite di tingkat pengecer. Berdasarkan keterangan warga, harga Pertalite eceran di wilayah Tubaba saat ini mencapai sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per liter.
Salah seorang warga yang sehari-hari membeli Pertalite dengan cara mengantre atau “ngecor” mengungkapkan bahwa kelangkaan BBM tersebut cukup dirasakan masyarakat.
“Pertalite sekarang sulit didapat. Kalau membeli melalui pengecer, harganya bisa mencapai Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per liter,” ungkap warga tersebut.
Warga tersebut juga menyampaikan informasi mengenai pasokan BBM di salah satu SPBU, yakni SPBU Candra Mukti. Menurut keterangannya, SPBU tersebut disebut mendapatkan jatah Pertalite sekitar 8.000 liter per hari selama 15 hari.
Namun, informasi mengenai kuota dan penyaluran tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak SPBU maupun pihak Pertamina agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
DPC LSM TRINUSA meminta pihak terkait, termasuk Pertamina dan pemerintah daerah, untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi ketersediaan dan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.
LSM TRINUSA juga berharap masyarakat dapat memperoleh BBM bersubsidi sesuai ketentuan dan harga yang telah ditetapkan, serta tidak terbebani oleh kenaikan harga di tingkat pengecer.
DPC LSM TRINUSA berharap adanya keterbukaan informasi mengenai kuota, distribusi, serta ketersediaan BBM bersubsidi di setiap SPBU di wilayah Tubaba.(*)







