Tulangbawang: jarilampung.com — Masyarakat Kecamatan Menggala pertanyakan kualitas perbaikan jalan yang dilakukan Dinas PUPR Tulangbawang tiga hari lalu. Pasalnya perbaikan jalan berupa lapis penetrasi (Lapen) di Gang Latif Saleh, Kecamatan Menggala sudah rusak.
“Sejak awal pengerjaan jalan lapen dijalan kami ini meragukan kualitas pembangunannya. Baik dari matrial batunya yang sedikit, pemadatan dan penyiraman aspal pengerjaannya sampai larut malam”, kata warga setempat, Jum’at, 2 Januari 2026.
Warga menduga, perbaikan jalan itu dilakukan secara asal-asalan, sehingga tidak bertahan lama.
“Baru aja tiga hari dikerjain sudah rusak begini. Kena hujan dikit aja batunya sudah tabur. Sebulan aja kena hujan habis batu itu hanyut, kurang rekat aspalnya. Kayaknya aspalnya kurang, makanya mudah tabur,” keluhnya.
Dari pantauan wartawan di lokasi, proyek swakelola Dinas PUPR Tulangbawang berupa pekerjaan jalan lapis penetrasi (Lapen) di Gang Latif Saleh, Kecamatan Menggala sudah mulai rusak.
Disejumlah titik, terlihat matrial batu yang digunakan untuk perbaikan telah berserakan akibat dihantam hujan tiga hari terakhir sejak proyek tersebut rampung dikerjakan. Berseraknya batu, diduga akibat kurangnya siraman aspal yang tidak memperhatikan mutu.
Proyek yang dikerjakan secara swakelola oleh Dinas PUPR Tulangbawang, mestinya menjadi contoh untuk pihak rekanan atau kontraktor namun justru lebih parah dari pekerjaan yang di pihak ketiga kan.(*)







