Home / DAERAH / Lampung Selatan

Senin, 15 September 2025 - 21:01 WIB

Disangka Gizi Buruk, Bocah 10 Tahun di Natar Ternyata Derita Kelumpuhan: Pemkab Pastikan Penanganan Medis Intensif

LAMSEL: jarilampung.com––
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meluruskan informasi terkait kondisi kesehatan bocah 10 tahun, Randi Aditia, warga Dusun 4 Gedong Bendo, Desa Rulung Sari, Kecamatan Natar. Sebelumnya sempat diberitakan bahwa Randi mengalami gizi buruk dan luput dari bantuan sosial pemerintah.

Camat Natar, Eko Irawan, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Menurut hasil pemeriksaan medis, Randi tidak mengalami gizi buruk, melainkan didiagnosa paraplegia unspecified atau kelumpuhan yang belum teridentifikasi penyebab spesifiknya.

“Tim Puskesmas sejak awal sudah memberikan pelayanan kesehatan. Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait pengajuan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kini masih dalam proses pembuatan rekening,” ujar Eko Irawan, Senin (15/9/2025).

Baca Juga :  Guna Berikan Kenyamanan Saat Ibadah, Ini Yang Dilakukan Personil TNI Polri

Selain layanan medis, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah konkret. Diantaranya, membawa Randi ke RSUD Abdul Muluk melalui rujukan dari RS Natar Medika, memberikan bantuan dana dari Tim Geber Bismillah Bisa Natar, serta koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lampung Selatan.

“Hari ini, Dinas Kesehatan dan Dinas PPPA turut menyerahkan bantuan langsung di RS Natar Medika. Dan besok (16/9), pasien dirujuk ke RSUD Abdul Muluk,” tambah Eko Irawan.

 

Sementara itu, Ningsih, ibu Randi, menjelaskan bahwa sejak lahir kondisi anaknya normal. Berat badan lahir 3 kilogram dan tumbuh kembang sesuai usianya. Namun, ketika berusia empat tahun, mulai muncul kelainan saat berlari atau bersepeda.

Baca Juga :  Kodim 0410/KBL Mengapresiasi Kinerja Babinsa Saat Amankan Keributan Antar Kelompok

“Sering jatuh tanpa sebab, lalu tidak bisa bangun sendiri. Pernah diurut bagian pinggang dan paha, tapi setelah itu justru semakin lemah hingga tidak bisa berjalan,” cerita Ningsih.

Randi sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Sukadamai pada Desember 2024, lalu dirujuk ke RS Natar Medika. Saat itu dokter mendiagnosa paraplegia dan menyarankan pemeriksaan lanjutan ke RSUD Abdul Muluk. Namun hingga kini keluarga belum melanjutkan rujukan tersebut.

Pemkab Lampung Selatan berharap masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan utuh. Pemerintah memastikan bahwa Randi Aditia tidak terabaikan dan kini tengah dalam pendampingan medis serta sosial. (*)

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Kapolres Tubaba Pimpin Apel Serpas Pam Pemungutan Suara Pilkada Tahun 2024

DAERAH

KEJARI Lampung Timur Tangani Laporan DPP KAMPUD Atas Dugaan Korupsi Dana Perjas Dinas Peternakan TA 2023

DAERAH

Polres Tubaba Terjunkan 42 Personel Amankan Ibadah Perayaan Kenaikan Isa Al-Masih

DAERAH

Kadispora Kab Tubaba Berserta Jajarannya Mengucapkan Selamat HUT RI ke 76

Bandar Lampung

Two Pillars Mulai Latihan untuk Persiapan Gubernur Cup Slowpitch Tournament 2025

DAERAH

Gotong-Royong Bersama Warga, Anggota Koramil 16/Jatiroto Bantu Pengecoran Jalan

Bandar Lampung

PJ.Bupati Lambar Safari Ramadhan di Masjid An-Nasir Pekon Buay Nyerupa

DAERAH

70 Pelajar di Tubaba Telah Dilantik Jadi Patroli Keamanan Sekolah