Home / Bandar Lampung / DAERAH

Senin, 13 April 2026 - 18:12 WIB

Inflasi Terkendali, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Program Perumahan

Bandar Lampung : jarilampung.com-— Pemerintah Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi yang terukur sekaligus mendukung program strategis nasional di sektor perumahan.

Upaya ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Program 3 Juta Rumah oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang diikuti secara virtual dari Ruang Command Center Lt.2 Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (13/4/2026).

Rapat tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, bersama jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bentuk sinergi aktif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kestabilan harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  DPP KAMPUD Dampingi Penyerahan Ijazah dan BPKB Dari PT WA Ke Eks Karyawan

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), pada minggu kedua April 2026, Provinsi Lampung mencatatkan deflasi sebesar 0,88 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah komoditas utama seperti daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras.

Capaian ini menjadi indikasi positif atas efektivitas langkah pengendalian inflasi yang dilakukan secara konsisten oleh Pemprov Lampung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Meski demikian, Pemprov Lampung tetap waspada terhadap dinamika harga di tingkat kabupaten/kota. Tercatat Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesawaran masuk dalam 10 daerah dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi di Sumatera, masing-masing sebesar 2,33 persen dan 1,24 persen. Selain itu, Kabupaten Lampung Utara mengalami kenaikan harga beras medium sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga :  MPLS Siswa Baru, Personil Koramil Ngadirojo Beri Materi Wasbang Dan PBB

Secara nasional, inflasi Maret 2026 tercatat sebesar 0,41 persen (month-to-month), didorong oleh kelompok makanan, minuman, tembakau, serta sektor transportasi. Komoditas seperti cabai, beras, telur, dan daging ayam ras masih menjadi penyumbang utama inflasi, sehingga memerlukan langkah pengendalian yang berkelanjutan.(*)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Bakti Kesehatan, Sidokes Polres Tulang Bawang Barat Berikan Pelayanan Gratis ke Warga

DAERAH

Jelang Hut Ke-34 Lambar, Parosil Mabsus Gelar Silaturahmi Dengan Jungkuan Sai Batin

DAERAH

Diikuti Ratusan Goweser, Personil Koramil 03/Ngadirojo Amankan Jalannya Sepeda Santai

DAERAH

Koramil Jajaran Kodim 0728/Wonogiri Salurkan BLT Minyak Goreng

DAERAH

Pj. Bupati Tubaba M. Firsada Hadiri Peringatan Hari Kontrasepsi Se Dunia

DAERAH

Pererat Silaturahmi, Bupati & Wabup Gelar Buka Bersama Insan Pers

Bandar Lampung

BPN RI Mangkir, Sidang Elektronik Gugatan HGU PT HIM Dijadwalkan Kembali

DAERAH

Babinsa Mangkubumen Bersama Warga Gotong-royong Perbaiki Rumah Warga Kurang Mampu