Home / DAERAH / EKBIS

Jumat, 12 November 2021 - 20:44 WIB

Panen Padi di Banyuwangi, Puan Dorong Pertanian Dijadikan Agrowisata

Jarilampung.com-Banyuwangi:
Ketua DPR RI Puan Maharani ikut memanen padi bersama petani di Banyuwangi, Jawa Timur. Ia pun mendorong agar kegiatan pertanian dijadikan salah satu bentuk pariwisata.

Puan memanen padi bersama 7 petani perempuan di Dewi Rembang, Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jumat (12/11/2021). Ia didampingi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani beserta jajaran DPR RI.

Saat memanen padi, Puan tampak berdialog bersama petani mengenai persoalan pertanian di Banyuwangi. Di Dewi Rembang, padi yang ditanam berjenis inpari 32 (padi hibrida) dengan luas lahan sebesar 3 hektar.

“Sawah di Desa Banjar, Dusun Rembang, kecamatan Licin ini adalah bukti nyata bahwa kegiatan pertanian kita itu memiliki potensi besar untuk dijadikan agrowisata,” kata Puan,

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu mengatakan, persawahan di Licin memperlihatkan bagaimana proses mengolah tanah hingga panen bisa menjadi atraksi wisata yang bagus. Oleh karenanya, Puan mendorong pertanian di daerah lain bisa menjadikan kegiatan tani di Licin ini sebagai contoh.

Baca Juga :  Wabup Mad Hasnurin Ajak Masyarakat Perkuat Iman untuk Wujudkan Indonesia Emas dan Lampung Barat Bermartabat

“Agrowisata seperti ini bisa menjadi keunggulan pariwisata Indonesia karena kita memilki banyak lahan pertanian dan perkebunan,” tuturnya.

Puan pun memuji masyarakat Banyuwangi yang solid menjadikan kegiatan pertanian sebagai hal membanggakan. Ia menyebut, upaya masyarakat Banyuwangi melestarikan kebudayaan patut diacungkan jempol.

“Kegiatan di sini dilakukan dengan semangat gotong royong, kolaborasi dengan petani. Tanam sama-sama, panen sama-sama, produktivitas naik, juga mengangkat tradisi lokal bagaimana membajak tanah, dan menanam,” ucap Puan.

“Tapi masyarakat Banyuwangi juga terbuka dengan perkembangan zaman, melakukan pertanian modern menggunakan transplenter rice. Artinya petani di agrowisata bukanlah penonton tapi pelaku,” lanjut mantan Menko PMK itu.

Baca Juga :  Paripurna Hari Jadi ke-34, Parosil : Bersama Bangun Lampung Barat Yang Lebih Maju, Sejahtera, dan Berdaya Saing

Usai memanen, Puan lalu memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat Banyuwangi. Kepada Kelompok Tani, ia memberikan hand tractor, pompa air dan sprayer.

Kemudian untuk Kelompok Difable, Puan memberikan 50 kursi roda, 25 alat bantu dengar, 10 tongkat elektrik dan sembako yang akan didistribusikan oleh Pemkab Banyuwangi. Puan juga memberi bantuan untuk 3 orang pelajar berupa laptop, tools kit, dan sarana video kreatif.

Tak hanya itu, sebanyak 215 paket diberikan sebagai santuan untuk janda-janda korban Covid-19. Puan juga memberikan santunan kepada 200 anak yatim-piatu korban Covid-19, yang dilakukan secara simbolis.

“Semoga sedikit bantuan ini dapat meringankan beban warga. Kehadiran saya di sini pun sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat. Apabila ada permasalahan, kami akan bantu mencarikan solusinya”. Tutup Cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.(Red)

Berita ini 27 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Pihak Puskesmas Poned Panaragan Jaya Minta Maaf kepada Pasiennya

DAERAH

Nadirsyah Safari Ramadhan di Tiyuh Margo Mulyo Kecamatan Batu Putih

DAERAH

Tekab 308 Polres Kab Tulang Bawang Ringkus Pelaku Curat

Bandar Lampung

KPU Balam Gandeng Kodim 0410/KBL Untuk Ciptakan Pemilu Yang Demokratis Dan Profesional

DAERAH

Pj Bupati Nukman Saksikan Penampilan Lomba Tari Sekura dan Orkes Gambus.

DAERAH

Kapolsek Tulang Bawang Tengah Perkuat Keamanan Sambang Pos Ronda Berikan Pesan Kamtibmas

DAERAH

Ketua Bhayangkari Cabang Kab Tuba Lakukan Kunker

DAERAH

Surati KEJAGUNG, DPP KAMPUD: Supervisi dan Tetapkan MYSB Tersangka Dugaan Korupsi Hibah KONI Lampung