Jarilampung.com-Tubaba: Sebanyak 30 anak kurang mampu telah di khitan dalam kegiatan khitanan massal yang di gelar oleh pengurus daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Tulang Bawang Barat di sekretariat IWO tepatnya di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Senin (8/8/2022).
Kegiatan dengan menggandeng Dinas Kesehatan ini bertemakan “Bakti IWO Untuk Indonesia”, yang di gelar dalam rangka memperingati HUT IWO Ke-10 yang jatuh tepat tanggal 8 Agustus.
Kepala Dinas Kesehatan Majril, melalu Kabid Pelayanan Kesehatan Karyawanto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh IWO Tubaba. Untuk mendukung kegiatan tersebut Dinkes menurunkan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas beserta lengkap dengan obat-obatan.
“Kami menurunkan tenaga kesehatan sebanyak enam tim dari enam puskesmas yang ada di tiga kecamatan yakni Puskesmas Candra Mukti, Panaragan, Marga Kencana, Kartaraharja, Margodadi, Dan Daya Murni,” ungkap Karyawanto.
Dia juga berharap IWO dan Dinas Kesehatan dapat terus bersinergi dalam berbagai kegiatan positif lainnya khususnya di bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Senada Gito salah satu tenaga kesehatan dari Puskesmas Margodadi mengaku senang dan bangga dapat melayani masyarakat melalui kegiatan yang diselenggarakan IWO tersebut.
“Bangga bisa berkolaborasi dengan kawan-kawan wartawan, kegiatan seperti ini sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya warga yang kurang mampu,” akunya.
Di saat yang sama ketua IWO Tubaba Arpani menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yg sudah turut mensukseskan kegiatan tersebut.
“Saya dan seluruh pengurus IWO Tubaba mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Tubaba, khususnya Dinas Kesehatan yang telah menerjunkan tenaga kesehatan untuk mensukseskan kegiatan khitan massal ini,” kata Arpani.
Sementara itu Isya Hakim salah satu orang tua peserta khitan ketika di wawancara mengaku haru dan bangga, serta berterima kasih kepada IWO Tubaba, karena akhirnya anaknya dapat di khitan.
“Sudah lama anak saya ingin di khitan, tapi belum bisa dilakukan karena keadaan ekonomi yang belum memungkinkan, terima kasih kepada semua pengurus IWO sudah sudi membantu kami dengan kegiatannya,” tukas warga Tiyuh Panaragan ini. (Slm)







