Home / DAERAH / Lampung Selatan

Kamis, 2 Oktober 2025 - 18:36 WIB

Bupati Egi Tekankan Sinergi Kades dan BPD: Program Desa Harus Dirancang Bersama

LAMSEL: jarilampung.com–– Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan pentingnya sinergi antara kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam merancang program pembangunan desa. Menurutnya, setiap kebijakan harus lahir dari musyawarah bersama, bukan hanya keputusan sepihak kepala desa.

Pesan tegas itu ia sampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas aparatur BPD Tahun Anggaran 2025 hari kedua, di Aula Hotel Negeri Baru Resort, Kecamatan Kalianda, Kamis (2/10/2025).

“Program desa tidak boleh hanya berdasarkan keinginan kepala desa semata, melainkan harus duduk bersama BPD agar bisa menemukan titik temu dan menyelesaikan persoalan secara komprehensif,” ujar Egi dihadapan peserta Bimtek.

Acara tersebut dihadiri Plt Inspektur Kabupaten Anton Carmana, Kepala Dinas PMD Erdiyansyah, Kabag Tapem Setiawansyah, para camat, serta ratusan peserta Bimtek.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia kembali menekankan bahwa BPD memiliki peran vital sebagai lembaga perwakilan masyarakat dalam mengawal arah pembangunan desa agar berjalan akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pembangunan Drainase Tiyuh Murni Jaya Dikritik Masyarakat

Sejak awal kepemimpinannya, lanjut Egi, setiap program pembangunan desa harus terukur dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Ia mencontohkan proyek perbaikan jalan desa yang melibatkan tenaga kerja lokal sehingga manfaatnya tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat.

Pada tahun 2025, Pemkab Lampung Selatan mengarahkan penggunaan dana desa, khususnya di sektor agraris, untuk memperkuat ekonomi lokal melalui program berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

 

Selain menekankan kolaborasi, Bupati Egi juga mengingatkan aparatur desa dan BPD agar menjauhi praktik pungutan liar (pungli).

Baca Juga :  Ikut Pantau Ibadah Natal di Gereja, Puan: Covid-19 Tak Kurangi Kekhidmatan

“Saya paling alergi dengan yang namanya pungli. Saya tekankan, pejabat di era pemerintahan saya menjabat untuk melayani, bukan untuk dilayani,” tegasnya.

Bupati berharap keberadaan BPD di setiap desa benar-benar memahami peran sebagai pengawas sekaligus penguat tata kelola desa. Dengan demikian, arah pembangunan bisa berjalan sesuai aturan dan memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Bapak ibu dipilih bukan secara langsung, tetapi melalui musyawarah mufakat. Oleh karena itu, pahami betul fungsi BPD agar bisa mengawal program desa berjalan sesuai aturan dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesan Egi.

Menutup sambutannya, Bupati Egi juga menyebut salah satu program prioritas Pemkab Lampung Selatan adalah pengembangan Agro Eduwisata.

Program ini diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi desa sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat secara lebih luas. (S)

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Wakapolres Tulang Bawang Barat Hadiri Peresmian Kampung Pancasila di Tiyuh Panaragan jaya Utama

DAERAH

DPP BaRaGAMA : Kami Mendukung dan Mengawal Ganjar – Mahfud untuk Indonesia Lebih Maju

DAERAH

Kabupaten Lambar Terima Penghargaan Kabupaten Layak Anak

DAERAH

Bawaslu Lampung Selatan Perkenalkan Anggota Baru, Bupati Egi Janji Terus Dukung Pengawasan Pemilu

DAERAH

Pemkab Tubaba Mulai Realisasikan Program MBG

DAERAH

Nukman Apresiasi Perhelatan Budaya Sekura Di Lampung Barat Berjalan Kondusif

DAERAH

Mengenal sosok Angga Akuma Content Creator dan Trader Muda di usia 18 tahun

DAERAH

Mengenal Ading Pengusaha dan Content Creator asal Bali