Home / DAERAH / Lampung Utara

Sabtu, 25 April 2026 - 13:51 WIB

CV. Pagar Gunung Diminta Warga Bertanggung Jawab Terhadap Kerusakan Jalan dan Lingkungan

Lampura: jarilampung.com— Kemarahan warga beberapa desa memuncak dengan melakukan aksi memblokade jalan Penghubung Kecamatan Gunung Labuhan – Sungkai Tengah – sungkai Utara menuntut CV Pagar Gunung bertanggung jawab atas kerusakan infrastruktur jalan dan lingkungan.

Aksi blokade jalan yang dipusatkan di Desa Ratu Jaya Kecamatan Sungkai Tengah saptu,(25-04-2026) di ikutu ratusan warga dari beberapa desa diantaranya, warga desa Sakal, warga desa Pampang Tangguk Jaya, dan warga desa Ratu Jaya. Dalam orasinya, kooordinator lapangan aksi menyampaikan pihak warga masyarakat tidak akan mengizinkan kendaraan pengangkut batu milik CV. Pagar Gunung sebelum pihak perusahaan melakukan perbaikan jalan.

“Terhitung sejak hari ini, kami melarang kendaraan angkutan batu milik CV. Pagar Gunung melewati akses jalan utama masyarakat sampai dengan pihak perusahaan bertanggung jawab memperbaiki jalan,” tegas Koordinator Aksi.

Kami tidak ada tuntutan lain, kami mohon kepada Beliau (cv.Pagar Gunung-red), kami tunggu sampai tahun 2027, apabila jalan kami tidak di perbaiki, selama itu pula kendaraan Pengangkut Batu tidak boleh melewati jalan ini,” tambahnya.

Baca Juga :  DPP KAMPUD Minta KEJATI Gerak Cepat Tangani Dugaan Korupsi Bansos Rp 60 Milyar di Koperasi PTR RPM Way Kanan

Sejak beroperasinya Galian C milik CV. Pagar Gunung puluhan tahun yang lalu hingga saat ini, sangat dirasakan dampaknya oleh Masyarakat sekitarnya.

Tak dapat dielakkan, dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat atas pengerukan batu dan pengolahan batu menggunakan exsavator yang dilakukan oleh CV. Pagar Gunung di Desa Pampang Tangguk Jaya, Kecamatan Sungkai Tengah, telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang tidak bisa diabaikan.

Diantara dampak seriusnya yaitu, 1.Kerusakan Infrastuktur jalan poros sebagai akses mobilisasi ekonomi pendidikan serta akses kesehrian masyarakat 2. Pencemaran polosi debu dalam radius 1 Km sangat mengganggu kesehatan akibat proses penggilingan batu yang tidak terkelola dengan baik. 2. Terjadi pendangkalan sungai sehingga mengancam lahan persawahan warga sekitar gagal panen dan mengalami kekeringan, sebagian material batu merusak lahan pertanian warga yang berbatasan dengan lokasi gajian C dan kerusakan ekosistem lainnya.
3. Kerusakan alam dan lingkungan sekitar. Masyarakat sangat prihatin, pengerukan batu tersebut membentuk tebing-tebing terjal serta lubang-lubang galian yang membentuk danau-danau kecil sehingga membahayakan warga. Sawah di Hulu Sungai sering kali gagal panen akibat sering kali terendam yang disebabkan penyempitan badan sungai akibat jembatan yang dibuat guna pengangkutan galian C tersebut.

Baca Juga :  Kunjungan Safari Ramadhan Dengan Tema Ramadhan Bersedekah, Novriwan Sebut Pentingnya Berbagi

Masyarakat menjelaskan, sepanjang tahun mereka tidak dapat menikmati akses jalan utama layaknya di daerah lain. Karena, sepanjang tahun sejak beroperasinya CV. Pagar Gunung, mereka selalu berkutat melalui jalan yang tidak ubahnya kubangan kerbau.

Sementara sampai berita ini dimuat, pihak CV. Pagar Gunung belum dapat dihubungi untuk dimintai tanggapan. (TIM)

Berita ini 91 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Sempat Viral, Bupati dan Wagub Pastikan Jalan Lintas Liwa – Sukau di Bangun Tahun 2025

DAERAH

Zita Anjani Bagikan 50 Guci Karya Gerabah Kepada PKK dan Dekranasda Lampung Selatan

DAERAH

Personil Polsek Gunung Agung Gelar Patroli Siskamling dinihari Guna Cegah Gangguan Kamtibmas

DAERAH

Begini Kepedulian Anggota Koramil Puhpelem Kepada Warga Diwilayah

DAERAH

Tiyuh Tirta kencana Adakan Pembentukan Kepengurusan Karang Taruna

DAERAH

Komsos Dengan Anak Sekolah, Babinsa Jebres Beri Arahan Tentang Kedisiplinan Sejak Dini

DAERAH

Pj. Ketua TP PKK Tubaba Hanita Farial Firsada Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Tubaba.

Bandar Lampung

Dokumen Bukti PT HIM Melenceng dari Gugatan