Home / DAERAH / Lampung Barat

Sabtu, 19 September 2026 - 18:20 WIB

Parosil Soroti Lemahnya Bahasa Daerah dan Titipan Juri di LCT Lampung Barat

Lambar: jarilampung.com– – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyoroti lemahnya penguasaan bahasa daerah dan praktik titipan juri saat membuka Lomba Cepat Tepat (LCT) di Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit, Kamis 17 September 2026.

Lomba yang digelar dua hari 16 hingga 17 September itu diikuti perwakilan dari 15 kecamatan untuk tiga kategori SD, SMP, dan PKK.

Parosil menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai LCT bukan sekadar lomba tahunan, melainkan tolok ukur keberhasilan pendidikan di Lampung Barat dan wadah sekolah menunjukkan kemampuan di wilayahnya masing-masing.

Namun berdasarkan pantauannya saat menyaksikan LCT tingkat SD, kemampuan bahasa daerah peserta masih lemah. Ia meminta Dinas Pendidikan memberi perhatian serius.

Baca Juga :  Bersama Dinas Instansi Terkait, Koramil 22/Slogohimo Pantau Aktifitas Di Pasar Hewan

“Ini jadi catatan. Bahasa daerah harus diperkuat lagi ke depan,” ujar Parosil.

Ia juga menegaskan lomba harus berjalan transparan. Parosil meminta dewan juri menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas.

“Kepada dewan juri harus netral, tidak ada kata-kata titipan atau saudara. Semua peserta sama,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan tahun depan dikemas lebih apik dan terus berlanjut setiap tahun. “Kegiatan LCT ini jangan cukup berhenti sampai dengan tahun ini saja, untuk tahun 2027 harus dikemas dengan lebih apik lagi,” ujarnya.

Bahkan, Parosil meminta agar seluruh sekolah di wilayah Lampung Barat untuk mengikuti LCT tidak terkecuali sekolah yang di bawah nauangan Kementerian Agama.

“Untuk tahun depan harus semua sekolah yang berada di Lampung Barat di undang mengikuti LCT baik yang di bawah nauangan Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Lampung Barat dan Kantor Pertanahan Teken Kerja Sama, Perkuat Sinergi Pertanahan dan Keuangan Daerah

Sementara itu Ketua TP PKK Lampung Barat Partinia Parosil Mabsus mengatakan, LCT kategori PKK menjadi alat ukur seberapa sering PKK kecamatan turun ke pekon membina kader.

Menurut Partinia, lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi transfer pengetahuan bagi kader posyandu.”Anggap saja hari ini kita arisan ilmu. Apa yang belum diketahui selama ini, insya Allah hari ini akan mendapat transfer ilmu,” kata Partinia.

Ia menekankan kader PKK dan posyandu tidak boleh hanya menyandang jabatan. Kader harus cerdas dan memahami persoalan mendasar seperti stunting.(*)

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Terkait Dugaan Penyimpangan DD, Mantan Kades Rangai Juwanto Menyalahkan Inspektorat Lamsel

DAERAH

Pemkab Lambar Melalui Disporapar Menggelar Festival Budaya Sekala Bekhak

DAERAH

Aktif Membuka Gerai Vaksinasi Presisi Gratis, Polres Kab Tulang Bawang

DAERAH

Hadiri Rakornas 2026, Bupati–Wakil Bupati Lampung Barat Tegaskan Siap Jalankan Arahan Presiden Prabowo

DAERAH

Zaini Tubara Siap Maju Mencalonkan diri Sebagai Ketua SMSI Lampung

DAERAH

Parosil Mabsus Dorong Hilirisasi Literasi Senjata Keluar dari Kemiskinan

DAERAH

Dirjen Keuangan Daerah: Bapenda dan Samsat Perlu Maksimalkan Pengeloaan Potensi Pajak Kendaraan Bermotor

DAERAH

Srawung Seni Sawah Siap Mendunia! Bupati Egi Dorong Jadi Icon Wisata Baru Lampung Selatan