Home / Bandar Lampung / DAERAH

Selasa, 7 April 2026 - 17:16 WIB

Evaluasi Desaku Maju 2025, Pemprov Lampung Siapkan Strategi Penguatan Hilirisasi Desa

Bandar Lampung: jarilampung.com- — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin secara langsung rapat Evaluasi Tahun 2025 dan Rencana Tahun 2026 Program Desaku Maju: Pembangunan Ekosistem Ekonomi Desa, yang dilaksanakan di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Selasa (7/4/2026). Rapat strategis ini digelar guna mengukur efektivitas hilirisasi desa, ketahanan pangan, dan merancang perbaikan secara menyeluruh.

Wagub Jihan menegaskan evaluasi wajib dilakukan agar program tetap berjalan sesuai target (on the track) dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Kebijakan ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dan diperkuat oleh landasan hukum Peraturan Gubernur Lampung Nomor 52 Tahun 2025.

Baca Juga :  Petani Lampung Selatan Besama Bupati Panen Raya Padi VUB Inpari 33 dan Inpari 35

“Kita breakdown satu per satu siapa yang melakukan leading sector pada programnya masing-masing agar output-nya tercapai,” ujar Wagub.

Pilar penyangga utama program ini bertumpu pada penyediaan Pupuk Organik Cair (POC) dan hilirisasi mesin pengering hasil panen (bed dryer). Sepanjang 2025, POC telah menjangkau 500 titik sawah dan sukses mendongkrak produktivitas panen petani. Untuk memperkuat sisi hilir, sebanyak 34 unit bed dryer telah didistribusikan tahun lalu dan ditargetkan akan terpasang menjadi 82 unit pada evaluasi keberlanjutan tahun 2026.

Berdasarkan pemetaan Pemprov Lampung, operasional bed dryer pada tahun lalu masih menemui kendala keterbatasan manajemen usaha hingga masalah teknis seperti dinamo terbakar. Sebagai solusi pada tahun 2026, pemerintah akan memonitor ketat 82 unit mesin tersebut berbasis bukti (evidence-based policy) dan mulai mengintegrasikan sistem pembiayaan lewat Dana Desa maupun BUMDes.

Baca Juga :  Tim STIK Lemdiklat Polri Lakukan Penelitian di Polres Kab Tulang Bawang

Adapun untuk program POC yang sempat bergantung pada suplai bahan baku dari luar, kini direformulasi agar petani mampu memproduksi secara mandiri lewat pendampingan sekolah lapang.

Upaya perbaikan teknologi ini turut ditopang oleh program pelatihan vokasi ketenagakerjaan yang telah menyasar 928 penduduk usia produktif pada 2025. Memasuki tahun 2026, pelatihan ini akan difokuskan untuk 528 peserta yang tersebar di 33 desa.(*)

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Pembukaan Turnamen E-Sport (Mobile Legends) Dalam Rangka Hut Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026 Polres Tubaba

DAERAH

Murid SDN 1 Wuryantoro Terima Vaksin, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Berikan Pendampingan

DAERAH

Kendaraan Parkir di Halaman Puskesmas PONED Panaragan Rawan Hilang

DAERAH

Personil Polsek Tulang Bawang Tengah, Gelar Patroli Siskamling Guna Cegah Gangguan Kamtibmas

DAERAH

Jabatan Kapolres Tulang Bawang Resmi Diserah Terimakan

DAERAH

Upaya Pemerintahan Kab Lampura Percepatan Penaklukan Kebakaran Hutan

DAERAH

Sambut Kunker Pj. Gubernur dan Ketua TP PKK Lampung, Zelda Naturi Paparkan Penanggulangan Stunting di Lambar

DAERAH

Peserta Anak Didik PAUD dari 15 Kecamatan 485 Ikut Menyemarakkan Gebyar Paud Tahun 2023