Home / DAERAH / Lampung Barat

Rabu, 6 Maret 2024 - 18:32 WIB

PJ. Bupati Lambar Terima Sertifikat Eradikasi Frambusia Dari Kemenkes RI

Lambar: jarilampung.com–
Penjabat (Pj) Bupati Lampung Barat Drs. Nukman, MM., menerima Sertifikat Eradikasi Frambusia dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia pada Rabu (6/3/2024).

Sertifikat Eradikasi Frambusia yang diterima Pj. Bupati Nukman bertepatan dengan peringatan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) Sedunia yang diselenggarakan di Puri Agung Convention Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta Jl. Jend. Sudirman No.86, Jakarta Selatan.

Perlu diketahui, Sertifikat Eradikasi Frambusia merupakan Sertifikat yang diberikan oleh Menteri Kesehatan kepada kabupaten/kota yang telah terbukti tidak ditemukan kasus frambusia baru berdasarkan surveilans yang berkinerja baik.

Dalam kesempatan itu, Pj. Bupati Nukman tampak hadir didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., dan sejumlah pejabat Pemkab Lampung Barat lainnya.

Pada momen tersebut, Pj. Bupati Nukman menyatakan, sertifikat itu diberikan kepada 99 bupati dan wali kota se-Indonesia.

Sementara di Provinsi Lampung, Pj. Bupati Nukman menjadi satu di antara penerima sertifikat yang diserahkan langsung oleh Menkes RI Budi Gunadi Sadikin bersama dengan Bupati Lampung Selatan, Bupati Lampung Utara, Bupati Pesawaran, Bupati Tanggamus, Bupati Tulang Bawang dan Bupati Lampung Timur.

Baca Juga :  Polres Way Kanan Bersama PP Dan Mahasiswa Bakti Sosial Di Baradatu

Pj. Bupati Nukman menuturkan, jika keberhasilan tersebut merupakan buah dari komitmen Pemkab Lampung Barat terkait eradikasi Frambusia.

Atas diraihnya capaian itu, Pj. Bupati Nukman berharap ke depan akan terus dapat dipertahankan untuk menjaga derajat kesehatan masyarakat.

“Tentu target kita ke depan bagaimana mempertahankan status bebas Frambusia dan Filariasis ini dan menjaga derajat kesehatan masyarakat melalui pembangunan kesehatan yg berwawasan lingkungan dan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat dr. Widyatmoko Kurniawan., Sp. B., ia berharap PHBS agar menjadi kebiasaan dan budaya di dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Polres Tubaba Lombakan Pekarangan Pangan Bergizi

Sebab, penerapan PHBS dinilai efektif dalam mencegah dan mengendalikan penyakit tersebut.

Hal itu yang menguatkan pihaknya dalam mewujudkan kabupaten Lampung Barat yang bebas frambusia.

Kadis kesehatan Lampung Barat, dr. Widyatmoko Kurniawan menerangkan jika Frambusia merupakan Infeksi bakteri kronis yang mempengaruhi kulit, tulang, dan tulang rawan.

Frambusia paling sering memengaruhi anak-anak di daerah tropis Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

“Frambusia menyebar melalui kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi, karenanya masyarakat terus diimbau untuk membudayakan PHBS sehingga terbebas dari penyakit tersebut,” ujarnya.

Terakhir, ia menambahkan, Dinkes Lampung Barat juga memberikan pengobatan terhadap kasus-kasus yang ditemukan terkait Frambusia.

“Sehingga apabila ada masyarakat yang memiliki tanda dan ciri frambusia untuk dapat segera ke Puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan,” pungkasnya. (A)

Berita ini 40 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Ditengah Pandemi Covid 19, Kepedulian Koramil Jajaran Kodim 0410/KBL Terus Dilakukan Untuk Warga Wilayah Binaan

DAERAH

Bhabinkamtibmas Yang Dicintai Masyarakat Kian Merakyat

DAERAH

Polres Tubaba Tetapkan Ibu Tiri Sebagai Tersangka Kekerasan Anak di Bawah Umur

DAERAH

Jabatan Kapolres Tulang Bawang Resmi Diserah Terimakan

Agama

Kemenag Kab Lambar Menggelar Bimbingan Manasik Haji

DAERAH

Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni Lakukan Sidak Pasar

DAERAH

Bupati Tubaba Terima Kunker Deputi Kemenko Maritim dan Investasi

Bandar Lampung

Sidang Gugatan HGU PT HIM, Candra Perbawati: Tanah Adat Tidak Kedaluwarsa