Home / DAERAH / TUBABA

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Rekam Kasus Korupsi Dana Desa Tubaba

Penulis: Pendiri LSM JERAT, Sandi Chandra Pratama, S.Psi
Lampung. (14/8/2026)

Jarilampung.com–
Berdasarkan rekam kasus penegakan hukum oleh Polres dan Kejari Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), terdapat beberapa faktor tindakan dan modus spesifik yang menjerat para Kepala Tiyuh (Desa) kasus korupsi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Faktor utama yang menyebabkan Kepala Tiyuh di Tubaba ditetapkan sebagai tersangka adalah penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Tiyuh (APBT) demi kepentingan pribadi.

Pertama, Kepala Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tubaba, berinisial FAE ditetapkan Kejari Tulang Bawang menjadi tersangka bersama dengan Sekretaris Tiyuh (Juru Tulis), berinisial EP pada Juni 2022. Atas dugaan tindak pidana korupsi penyimpanan dan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Tiyuh (APBT) / Dana Desa Tahun Anggaran 2021, dengan kerugian negara sekitar Rp.455 juta.

Baca Juga :  Nasi Gorang Jejama Ngelapahi Masakan Pj. Bupati Nukman Berhasil Menghipnotis Dewan Juri

Kemudian, mantan Kepala Tiyuh Tirta Makmur Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tubaba, berinisial SS ditetapkan Kejari Tubaba pada Juli 2023 menjadi tersangka sekaligus, MR (Sekretaris Desa/Juru Tulis), dan MY (Bendahara) dengan total kerugian negara sekitar Rp.307.521.000. Dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk Tahun Anggaran 2019, 2020, dan 2021.

Kepala Tiyuh Suka Jaya Kecamatan Gunung Agung, berinisial MTI ditetapkan tersangka Polres Tubaba pada Maret 2025, terkait modus proyek fiktif dan meminta bendahara mencairkan Dana Desa untuk kepentingan pribadi. Total kerugian negara mencapai Rp.272.499.664.

Baca Juga :  Monitor Imunisasi, Babinsa Harapkan Anak-Anak Di Wilayah Binaan Tetap Sehat Dan Kebal Penyakit

Selanjutnya, mantan Kepala Tiyuh Karta Kecamatan Tulang Bawang Udik yang masih buronan oleh Polres Tubaba terkait penggelapan Dana Desa untuk bermain Judi. Pada tahun 2022 sampai saat ini (2026) belum ditemukan.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, pihak berwenang seperti Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) biasanya memberikan waktu serta pembinaan agar oknum mengembalikan kerugian negara.

“Namun, faktornya sikap tidak kooperatif dan kegagalan mengembalikan uang kerugian hingga batas waktu yang ditentukan membuat Aparat Penegak Hukum (APH) langsung menaikkan status mereka menjadi tersangka”. (*/JERAT)

Berita ini 0 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Putri Kalianda Tantang Drifter Nasional di IDS 2026, Widyya Turro Buktikan Lampung Selatan Punya Talenta Balap Nasional

DAERAH

Kembangkan Potensi Atlet, Pemkab Lambar Gelar POPKAB 2025

DAERAH

Partinia Sebut Kader Tingkat Pekon Sebagai Perpanjangan Tangan Pemerintah Kepada Masyarakat

DAERAH

Polres Kab Tubaba Segera Menerapkan Aplikasi Peduli Lindungi

DAERAH

Bupati Lambar Bersama Wakilnya Bagikan Ribuan Seragam Sekolah

DAERAH

Gerebek Rumah Kontrakan, Satresnarkoba Polres Tulang Bawang Tangkap Pemuda Asal Mesuji

DAERAH

Bupati dan Wakil Bupati Lambar Terpilih Lakukan Gladi Bersih Menuju Pelantikan

DAERAH

Pj Bupati Tubaba Lakukan Kunker di Komplek Perkantoran Tiyuh Panaragan