Tubaba: jarilampung.com–
Naas!! musibah alam menimpa rumah Janda Marini (60) Warga Tiyuh Penumangan RK/ 05 RT/13, Kecamatan Tulang Bawang Tengah kabupaten Tulangbawang Barat diduga akibat curah hujan tinggi disertai Angin kencang sehingga rumah tersebut rusak berat. Atap rumahnya ambrol saat pemiliknya sedang terlelap tidur. (19//2024).
Kejadian tersebut sontak membuat para tetangga terkejut salah satunya Refi, dirinya mengatakan betapa kagetnya saat tengah malam mendengar jeritan orang minta tolong.
“Tadi malam kami kaget mendengar teriakan meminta pertolongan setelah kami lihat tiba-tiba rumah tetangga kami sudah ambruk. kemudian saya dan puluhan warga lainnya langsung membantu korban,” jelasnya.
Selanjutnya menurut keterangan Marini pemilik rumah tersebut, kejadian naas pada jum’at dini hari sekitar pukul 01.30 WIB saat mereka sedang tidur. Setelah terbangun dari tempat tidur melihat genteng atap rumahnya sudah dalam kondisi ambruk.
“Kejadiannya kurang lebih sekitar pukul 01.30 wib tadi malam kami kaget saat terbangun melihat genangan air didalam rumah dan atap sudah ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka atas musibah ini namun kerugian kami ditafsirkan tukang Refi mencapai puluhan juta ,” rupiah jelasnya.
Kemudian Marini menyampaikan keluhnya atas musibah yang dialaminya, dan dirinya berharap dapat menjadi perhatian Pemerintah tiyuh setempat ataupun Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba.
” Kami keluarga kurang mampu berharap bantuan dari Pemerintah tiyuh ataupun daerah, karena jangan kan mau memperbaiki rumah untuk kebutuhan sehari -hari makan saja kami susah,” ucapnya.
Ditempat terpisah Saikuddin kepala Tiiyuh Penumangan membenarkan adanya musibah yang menimpa warganya setelah ada laporan dari pak RK Sunardi. Kemudian kepala tiyuh pun langsung turun ke lokasi kejadian.
“Iya benar tadi pagi setelah mendapatkan informasi dari pak Rk ada atap rumah warga ambruk kami langsung bergegas ke rumah Marini untuk meninjau langsung dan menyerahkan bantuan kepada korban untuk memperbaiki kerusakan rumahnya ,” pungkasnya.
Selanjutnya kepala Tiyuh Penumangan Saikuddin
berjanji akan membedah rumah Marini melalui program bedah rumah dari Dana-desa (DD)
pada Tahun Anggaran 2024
” Kita sudah cek kondisi fisik rumahnya memang sudah tidak layak huni lagi, maka tahun ini akan kita prioritaskan untuk memperbaiki rumahnya agar nanti marini menunggu rumahnya merasa nyaman”.
Masih Saikuddin, dalam kesempatan tersebut dirinya juga mengimbau kepada warganya untuk selalu waspada mengingat kondisi cuaca angin dan tinggi curah hujan saat ini.
” Saya mengimbau kepada warga untuk tingkatkan kewaspadaan karena akhir-akhir ini intensitas curah hujan cukup tinggi, air sungai mulai meluap. Bagi warga rumahnya yang berada dikawasan dataran sungai agar selalu tetap waspada,” tegasnya. (A)







