Home / DAERAH / EKBIS / Nasional / Pemerintahan

Minggu, 8 Agustus 2021 - 08:57 WIB

SERA Institute Mengajak Semua Pihak Tetap Bersinergi Di Masa Pandemi

Jarilampung.com-Jakarta:
Sebuah agenda webinar dengan mengusung tema mengenai Ekowisata digelar Sinergi Nusantara (SERA) Institute bekerja sama dengan jaringan komunitas kreatif seperti, Gerakan Kei Cerdas (GKC), Komunitas Pecinta Literasi (Kopitalis) dan EpistemiCamp.

Webinar atau atau diskusi virtual yang digelar pada Jum’at 6 Agustus 2021 tersebut dilaksanakan secara serial dengan topik yang beragam. Memasuki seri kedua, SERA Institute mengangkat topik tentang Resiliensi Masyarakat Lokal Tantangan Bagi Ekowisata Berkelanjutan.

“Serial diskusi ini, selain sebagai upaya kecil kami membangun sinergi gagasan dan gerakan dengan semua pihak, dalam hal ini baik pemerintah maupun non-pemerintah, diskusi ini sekaligus sebagai ruang edukasi bagi masyarakat,” jelas Muhar Syahdi Difinubun, Direktur Eksekutif SERA Institute, saat dihubungi di sela-sela kesibukannya usai webinar, Sabtu (7/8/2021).

Menurutnya, selama masa pandemi, apalagi pada saat PPKM. ini, mestinya fokus pemerintah terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat tidak lantas mengabaikan fokus pemerintah yang lain untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Safari Ramadhan di Sukau, Wabup Mad Hasnurin Serahkan Bantuan dan Tanggapi Aspirasi Jalan Rusak

Sementara satu dari sekian opsi yang ada untuk membantu memulihkan kebutuhan ekonomi masyarakat, justru berada di sektor pariwisata. Ia menambahkan, justru bermula dari aktivitas pariwisata, maka muncul kemudian gerakan yang berorientasi pada kelestarian atau konservasi lingkungan serta ketahanan budaya yang hidup di masyarakat.

Webinar Ekowisata seri 2 tersebut, menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang serta kepakaran pada bidangnya masing-masing. Narasumber pertama adalah Maimuna Renhoran, SH, MH., akademisi Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant), yang juga eks aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Ia lebih menyoroti mengenai aspek marine ecotourism (ekowisata bahari) sebagai tolok ukur pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, terutama masyarakat kepulauan seperti di Kepulauan Kei, Maluku.

Baca Juga :  Antisipasi Penyalahgunaan Dana Desa Kejari Lampura Kembali Sosialisasi Program Jaksa Garda Desa

Sementara narasumber berikut adalah Ade Putri Paramadita, seorang penulis, food historyteller, influencer, traveller, designer. Melalui pengalamannya mengunjungi daerah tertentu, terutama di wilayah Timur Indonesia, Ade Putri Paramadita mengaku takjub pada salah satun objek wisata di Tanimbar Kei menjadi kesan tersendiri baginya.

Menurutnya, aksesibilitas adalah problem utama yang dihadapi masyarakat lokal seperti di Tanimbar Kei. Namun demikian, kerukunan yang terjalin di antara masyarakat di sana, justru menjadi modalitas sosial untuk terus bertahan melangsungkan penghidupan dari pemberian alam. Rata-rata bersumber dari laut.

Diskusi dipimpin oleh Fahmi Fadirubun, seorang akademisi pendidikan lingkungan sekaligus doctor lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Diskusi virtual tersebut dihadiri para partisipan dari berbagai latar belakang profesi maupun wilayah di Indonesia. (red)

Berita ini 61 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Jelang HUT RI ke-77, Babinsa Kepatihan Wetan Kerja Bakti Bersama Warga

DAERAH

Lampung Selatan Raih Apresiasi Gubernur atas Penyelesaian 100 Persen Tindak Lanjut Pengawasan

DAERAH

Bupati Lambar Dan Wakilnya Buka Puasa Bersama Para Jurnalis

Bandar Lampung

Cegah Tindak Pidana Kejahatan di Malam Hari, Tim SS-SB Kodim 0410/KBL Lakukan Patroli Malam

DAERAH

Jumat Berkah, Polsek Lambu Kibang Berbagi di Pasar Unit 6 Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat

DAERAH

Kumpulkan Seluruh Peratin dan Camat se-Kabupaten Lampung Barat, Ini Pesan Parosil Mabsus

DAERAH

Sambut HUT Ke 10 Tekab 308, Satreskrim Polres Tubaba Gelar Bansos di Pondok Pesantren

DAERAH

Gelar Khitanan Massal Gratis di Ponpes, Kapolres Tulang Bawang Harapkan Ini