Home / DAERAH

Minggu, 16 Oktober 2022 - 18:58 WIB

Tim Kemendagri Turun Langsung Ke Papua, Percepat Realisasi APBD dan Penanganan Inflasi

Jarilampung.com-JAYAPURA : Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengirimkan tim ke Papua melakukan monitoring, evaluasi dan asistensi untuk mempercepat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan penanganan inflasi. Tim Kemendagri menggelar Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Penyerapan APBD, Penanganan Inflasi serta Peningkatan Produk Dalam Negeri bersama dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua, berlangsung di Hotel Swiss-bell Jayapura, Papua, pada Rabu, (12/10/2022).

Pertemuan dilakukan secara hybrid, dengan tatap muka langsung dan virtual. Kegiatan dibagi dua pertemuan. Pertemuan pertama dengan Pemerintah Provinsi dan pertemuan kedua dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Papua.

Berdasarkan data Bulan Oktober, Provinsi Papua merupakan salah satu daerah dengan realisasi pendapatan dan belanja terendah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri, Agus Fatoni menyampaikan, “Maksud kedatangan Tim Kemendagri ke Papua untuk melakukan monitoring, evaluasi, asistensi dan pendampingan dalam rangka percepatan realisasi APBD, penanganan inflasi dan penggunaan produk dalam negeri,” tegas Fatoni.

Pada pertemuan tersebut, Fatoni memaparkan data realisasi APBD Provinsi, Kabupaten/Kota se- Papua Tahun Anggaran (TA) 2022 per Oktober 2022.

“Realisasi pendapatan seluruh provinsi, kabupaten/kota sebesar Rp28.421,59 miliar atau 58,00% dari total anggaran pendapatan sebesar Rp49.000,95 Miliar. Kemudian, realisasi belanja sebesar Rp23.367,24 Miliar atau 44,23% dari total anggaran belanja Rp52.826,60 Miliar. Berikutnya, realisasi pendapatan provinsi Papua sebesar 51,99% dan realisasi belanja mencapai sebesar 45,20%,” jelas Fatoni.

Baca Juga :  Polres Tubaba Laksanakan Pengamanan Acara Sholawatan di Lapangan Kelurahan Panaragan Jaya

Fatoni menguraikan, “Untuk realisasi pendapatan kabupaten/kota se-Papua yang mencapai diatas 65 % yaitu Pemerintah Kabupaten Membramo Tengah 77,17%; Pemerintah Kota Jayapura 72,58%; Pemerintah Kabupaten Jayapura 68,63%; Pemerintah Kabupaten Keerom 67,90%; Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya 67,33%; Pemerintah Kabupaten Sarmi 66,72%; Pemerintah Kabupaten Biak Numfor 65,77%; Pemerintah Kabupaten Yalimo 65,25%. Sementara, data realisasi belanja kabupaten/kota se-Papua antara lain, Pemerintah Kabupaten Jayapura 64,02%; Pemerintah Kabupaten Dogiyai 63,68%; Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya 57,20%; Pemerintah Kabupaten Membramo Tengah 56,98%; dan Pemerintah Kota Jayapura 55,10%,” ujar Fatoni.

Berdasarkan data tersebut, Fatoni kembali mengingatkan, “Pemerintah Daerah perlu segera melakukan percepatan realisasi APBD, agar ekonomi di daerah bergerak, pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat, pelayanan publik semakin membaik dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” kata Fatoni.

Fatoni meningatkan, “Pemda segera meningkatkan pencapaian realisasi pendapatan dan belanja daerah, menyusun rencana dan jadwal kegiatan secara matang, konsisten dan terukur, penetapan pejabat pengelola keuangan daerah tidak perlu menyertakan tahun anggaran, menerapkan belanja pengadaan barang/jasa mengutamakan produk dalam negeri, belanja melalui e-katalog dan toko daring, bahkan ke depan diminta untuk menerapkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) dalam melakukan transaksi belanja barang/jasa,” tutur Fatoni.

Terkait dengan penanganan inflasi, Fatoni menyampaikan, “Pemerintah Daerah perlu menganggarkan dalam APBD Perubahan. Namun, apabila belum teranggarkan, bisa menggunakan Anggaran BTT,” pungkas Fatoni.

Baca Juga :  Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi untuk Data Berkualitas

Selain itu, Fatoni juga menegaskan, “Sebagaimana arahan Bapak Menteri Dalam Negeri, daerah perlu fokus dalam upaya penanganan inflasi, menjadikan penanganan inflasi sebagai kata kunci seperti pada saat penanganan Covid-19 yang lalu,” imbuh Fatoni.

Terkait dengan penanganan inflasi, Fatoni menjelaskan lebih jauh, “Anggaran bantalan sosial dalam penanganan dampak inflasi, selain dianggarkan dalam APBD Perubahan, bisa menggunakan BTT dan Bansos, menggunakan 2 % Dana Transfer Umum (DTU), menggunakan dana desa maksimal 30% dan menggunakan Bansos dari Kementerian Sosial,” jelas Fatoni.

Sebagai informasi, hadir dalam kegiatan FGD monev dan asisten perceoatan realisasi anggaran, penanganan inflasi dan penggunaan produk dalam negeri di Papua, antara lain Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah; Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah; Plh. Direktur Perencanaan Anggaran Daerah; Kasubdit Dukungan Teknis, Dit. P2KD, Ditjen Bina Keuda; Kepala Bagian Perencanaan, Tim Teknis Ditjen Bina Keuangan Daerah; Sekda Provinsi Papua; Kepala BPKAD Provinsi Papua; Kepala Badan Pendapatan Provinsi Papua; Inspektorat Provinsi, Kepala OPD Provinsi Papua; Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa Setda Provinsi Papua; Kepala Bidang Perbendaharaan, BPKAD Provinsi Papua; Kepala BPKAD Kabupaten/Kota se-Papua dan Kepala Bidang Akuntansi dan OPD terkait Kabupaten/Kota hadir secara virtual. (*)

Berita ini 19 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Kunjungi Pasar, Ini Yang Dilakukan Anggota Koramil Jatiroto Kepada Warga

DAERAH

Pj.Bupati Tubaba terima penghargaan TTG Dari Tribun lampung award

Bandar Lampung

Dandim Faisol Izuddin Karimi Hadiri Pembukaan Turnamen Tennis Lapangan Danrem 043/Gatam Cup 2022

DAERAH

Pemkab Lambar Berupa Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Bandar Lampung

Danramil 410-02 TBS Hadiri Pelantikan Oengurus Daerah KAMMI terpilih Periode 2022-2023 Bandarlampung

DAERAH

Puan Dukung Kenaikan Upah Minimum 2022 Demi Pemulihan Ekonomi Rakyat

DAERAH

Kadin Kab Tubaba Bagikan Ratusan Paket Takjil

DAERAH

Alumni IKA-STIH Kalianda Menggelar Buka Bersama