Home / DAERAH / EKBIS / Pemerintahan / TUBABA

Minggu, 8 Agustus 2021 - 12:24 WIB

Puluhan Pedagang BBM Eceran Pinta Kepada Pemerintahan Kab Tubaba Evaluasi Kehadiran Pertashoop

Jarilampung.com-Tubaba:
Lima puluhan warga perwakilan pedagang Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran kelurahan Panaragan Jaya, Tiyuh Panaragan, dan Tiyuh Panaragan Jaya Utama, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, menolak pembangunan Pertashop yang sedang dibangun di Kelurahan Panaragan Jaya RK 07 (Bambu Kuning).

Kehadiran Pertashop tersebut merupakan bangunan ke dua setelah Pertashop yang berada di Islamic Center Tubaba yang hanya berjarak 3,4 Km miliki oknum pengusaha.

Dikatakan Rendi perwakilan pedagang eceran BBM kelurahan Panaragan Jaya, bahwa kehadiran Pertashop yang berdekatan tersebut sangat berdampak buruk terhadap perekonomian para pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari penjualannya.

“Kami tidak melarang para pengusaha untuk melakukan aktivitas bisnisnya, hanya saja kami berharap dapat dipertimbangkan dengan matang dampak bagi pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari penjualan eceran kecil, apa lagi ditengah Pandemi Covid-19 yang berdampak buruk bagi para pedagang,” kata Rendi yang didampingi Puluhan perwakilan pedagang BBM setempat, Minggu (8/8/2021)

Lanjut Rendi, sebelumnya perwakilan pedagang telah membuat surat pernyataan penolakan dari para pedagang yang telah disampaikan kepada pemerintah kelurahan Panaragan Jaya.

Baca Juga :  Sukseskan Vaksinasi Dosis Ke 2, Polres Kab Tubaba Bagikan di 5 Tempat Gerai Vaksinasi

“Kami sudah sampaikan surat pernyataan penolakan kepada pak Lurah Panaragan Jaya dan kami juga sudah ditemui oleh perwakilan keluarga pemilik Pertashop, yang kemudian keluarga pemilik Pertashop mengatakan bahwa pembangunan itu hanya untuk menahan tahan agar tidak longsor dan meminta para pedagang tidak membesar-besaran rencana pembangunan Pertashop itu,” kata Rendi.

Penolakan tersebut kemudian ditindak lanjuti oleh perwakilan pedagang dengan memasang banner Petisi yang dibubuhkan tanda tangan perwakilan pedagang.

“Kami yakin Pemerintah Daerah Tubaba memperhatikan pedagang kecil. Kami tidak menolak Pertashop, tetapi kami minta agar jarak antar pertashop dapat diatur dengan baik, sehingga pedagang kecil masih bisa mengais rezekinya,” kata Rendi.

Salah satu poin penting yang tertuang dalam Surat Pernyataan penolakan dari pedagang yaitu pertama, Jarak Antar pertashop terdekat di Islamic Center Tubaba hanya 3,4 Km, sedangkan BPH Migas talah menegaskan agar jarak antar Pertashoop tidak kurang dari 5 Km, sebagaimana dilansir dari berita liputan6,11 Maret 2021 bahwa BPH Migas mengimbau Pertamina agar membangun Pertashoop dengan jarak minimal 10 km dari SPBU, atau 5 km dari SPBU mini terdekat. Jika tidak, dia mengancam akan membongkar atau memindahkannya.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 410-01/Panjang Dampingi Tim Tracer Lakukan Tracing di Wilayah Binaan

“Yang jelas kami hanya pedang kecil yang tidak bisa banyak berbuat apalagi bersaing dengan pengusaha yang banyak modal dan dekat dengan penguasa. Kami orang kecil dan kami yakin pemerintah daerah Tubaba memikirkan pedang kecil,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua JPKP yang didampingi Ketua Pospera Tubaba yang diminta warga mendampingi pedang eceran, berencana akan mendampingi puluhan  pedagang Eceran mendatangi gedung DPRD Tubaba.

“Ini aspirasi masyarakat kecil yang hidupnya bergantungan dari penjualan eceran BBM nya. Kami yakin para wakil rakyat memperhatikan usaha kecil pedang eceran. Yang jelas kami tidak menolak, kami dukung adanya Pertashop di Tubaba, hanya saja jarak antara Pertashop harus diatur sesuai regulasi BPH Migas agar kesejahteraan pedagang juga diperhatikan,” kata Edison yang didampingi Dedi Priyono.(red)

Berita ini 254 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Personil Koramil Karangtengah Gelar Gakplin Prokes Kepada Warga

DAERAH

Safari Ramadhan, Egi-Syaiful Salat Tarawih Masjid Baiturrahman Bakauheni

DAERAH

Sat Reskrim Polres Tubaba Kembali Amankan dua Pelaku Curat di Kecamatan Tulang Bawang Udik

Bandar Lampung

Pungutan Biaya Pendidikan dan PPDB SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung Dipertanyakan

DAERAH

Parosil Mabsus Canangkan Modernisasi Pertanian di Sawah Lega: Petani Adalah Penjaga NKRI

DAERAH

Tingkatkan Keamanan di Wilayah, Babinsa Aktif Menggelar Komsos di Wilayah

DAERAH

Tahun 2024, 100 Tiyuh di Tubaba Dapat Kucuran Dana Desa

Bandar Lampung

Heri Prasojo PLh Wilter GMBI Lampung Memimpin Langsung Rapat Pemantapan HUT GMBI ke- 21