Home / DAERAH / Lampung Selatan

Kamis, 4 September 2025 - 18:38 WIB

Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan : Pemkab Lampung Selatan Gelar FGD

LAMSEL: jarilampung.com-– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar Forum Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Wilayah di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (3/9/2025).

Kegiatan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Supriyanto, ini dihadiri seluruh kepala perangkat daerah.

FGD menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi pembangunan lintas sektor yang terintegrasi demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Sekda Supriyanto menegaskan bahwa forum tersebut bertujuan membangun kesamaan persepsi antar pemangku kepentingan.

“Melalui forum ini, kita ingin menyusun strategi pengembangan wilayah dan merumuskan program prioritas yang terintegrasi. Sehingga, arah pembangunan Lampung Selatan selaras dengan tujuan jangka panjang daerah,” ujarnya.

Sebagai acuan, Lampung Selatan telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045. Dokumen strategis ini sejalan dengan visi Bupati Radityo Egi Pratama, “Lampung Selatan Maju Menuju Generasi Emas 2045” serta misi pembangunan “Pitu Vista” yang mendukung keberlanjutan pembangunan lintas sektor.

Baca Juga :  Diduga Edarkan Sabu Seorang Pemuda Dibekuk Satresnarkoba Polres Tubaba

Supriyanto menambahkan, penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) membutuhkan kajian strategi berbasis kewilayahan. Kajian ini penting agar Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setiap tahun tetap sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang.

“Selain RPJMD, kita juga harus segera merampungkan revisi RTRW dan menurunkannya ke dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR),” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Tim Leader Project Strategi Pengembangan Wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Dimastanto, memaparkan tujuh isu strategis yang perlu mendapat perhatian, yakni peluang aglomerasi Metropolitan Bandar Lampung.

Baca Juga :  Karya Bakti Babinsa Mlokomanis Wetan Bantu Rabat Jalan Di Desa Binaan

Kemudian, menangkap dampak turunan dari kawasan industri, potensi pengembangan desa berbasis ekonomi kerakyatan (pertanian, perikanan, dan desa wisata), potensi wisata melalui wisata premium dan minat khusus, ketahanan dalam menghadapi ancaman bencana, kualitas layanan dasar dan infrastruktur, serta peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendorong pembangunan wilayah.

Dimastanto menekankan, ketujuh isu strategis tersebut akan menjadi pijakan dalam perumusan strategi dan program pengembangan wilayah.

FGD tersebut merupakan tahapan penting untuk menghasilkan dokumen resmi yang akan menjadi panduan pembangunan Lampung Selatan yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

( S)

Berita ini 15 kali dibaca

Share :

Baca Juga

DAERAH

Babinsa Semin Dampingi Vaksinasi Kepada Warga Binaan

DAERAH

Maraknya Jamaah Kecewa, Bupati Lampung Barat Minta Kemenhaj Data Trevel Umrah

DAERAH

Kunjungi Pasar,Personil Koramil 10/Wuryantoro Berikan Himbauan 5M

Bandar Lampung

Dandim 0410/KBL Laksanakan Latbak Jatri Semester I TA. 2024

DAERAH

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Lampung Barat Lakukan Kaji Tiru MPP di Kabupaten Badung, Bali

Bandar Lampung

Cegah Warga Dari Bahaya Covid 19, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas dan Linmas Bagikan Masker Gratis

DAERAH

ABAIKAN PUTUSAN MA, PT. (EHS) PENGELOLA HOTEL LE EMINENCE PAKSAKAN TETAP JADI OPERATOR HOTEL LE EMINENCE

DAERAH

Pastikan Aman Kondusif, Puluhan Personel Gabungan Amankan Konser Musik Tipe X di Tubaba